Hai kawan - kawan penggemar cerita hantu :)
Perkenalkan saya Rizka, disini saya ingin bercerita tentang pengalaman asli saya tentang makhluk gaib dan hal - hal mistis. Ada sedikit cerita yg saya rubah dikarenakan privasi dan untuk menambah kesan pada cerita saya ini. Tapi selebihnya dalam cerita ini asli pengalaman saya.
Pertama saya akan sedikit bercerita pertama kali saya berhubungan atau apa ya disebutnya, terserah kalian menyebutnya apa intinya postingan pertama ini akan bercerita tentang pengalaman pertama saya dengan dunia lain tepatnya makhluk astral.Ini bukanlah cerita fiksi atau karangan melainkan "true story" dari apa yang saya alami sampai saat ini. Mungkin ada beberapa nama yg saya samarkan tetapi keseluruhan adalah nama asli, so buat yg namanya tertulis disini mohon maaf saya tidak izin terlebih dahulu. Ada juga sebagian cerita yg tidak saya ceritakan disini karena terlalu privat untuk dipublikasikan Langsung saja saya mulai cerita pengalam pertama saya ini "lets start the story".
Selamat Membaca :)
Waktu itu saya masih bersekolah di salah satu SMK swasta di Bandung, ya seperti pada umumnya anak STM seumuran saya, yang senang bermain dan jail pada teman sebaya saya.
Oh iya sekolah saya juga menyatu dengan SMAnya dengan nama yg sama, mungkin kalian yg berdomisili didaerah sama dengan saya akan tau tepatnya sekola mana.
Hari itu saya kelas X dan sedang melakukan UAS, setelah selesai UAS hari itu ada jadwal untuk kumpul OSIS diruangan tepat disebelah kelas saya melakukan ujian hari itu.
" Kang ozan ayo katanya mau kumpul ?" tanya saya kepada salah satu kakak kelas saya.
" Oh heeh hayu, kita panggil dulu teh lastri !" jawab Kang Candra sembari sedikit berteriak.
saya menghamipiri Kang Candra didekat perpus, setelah selesai SMS Teh lastri kami pun berjalan menuju ruang Osis disebrang lapangan olahraga.
"Eh ini ditunggu di kantin malah duluan kesini." gerutu Teh Lastri pada kami berdua.
"Maaf Lalas, SMSnya gak kebuka tadi soalnya buru" takut hujan." elak Kang Chandra.
"Teh mana yg lainnya ?" tanyaku.
"Masih pada jajan riz, biasa cewe tau lah, hahaha." serobot Kang Candra.
"Tau aja kamu Ozan, hahaha." jawab Teh Lastri.
"Tuh udah pada dateng yu ah kita mulai aja Las." sambung Kang Candra
Kami pun mulai kumpul kami pada hari itu, sampai tak diduga saya mendengar suara seorang wanita menangis di belakang, tepatnya diruang olahraga, sedikit info ruang osis kami itu menyatu dengan ruang penyimpanan alat - alat olahraga sekolah kami, hanya di sekat dengan pintu dan ruangannya juga tidak terlalu besar.
Setelah saya dengarkan dengan seksama memang benar ada seorang wanita menangis didalam ruang itu. Saya pun langsung bertanya kepada Kang Candra, kebetulan dia memang orang yg sensitif ( ya indigo gtu ) tapi dia orangnya agak penakut.
"Kang Ozan, suuut kang hei !"
"Naon riz ? Ada apa ?"
"Dengerin deh, ada suara cewe nangis gk ?"
"Mana ah gak ada, sok nakut - nakutin wae."
"Ih dengerin yg bener atuh kang."
"Eh eh bener ada riz tapi pelan !"
"Kang jadi merinding yeuh."
"Ah antep we riz, nanti juga gak ada"
Setelah itu saya tidak menghiraukan lagi suara tangisan itu dan melanjutkan kumpul hari itu.
Singkat cerita kumpul telah selesai. Di jalan pulang saya masih bertanya - tanya bener atau tidak itu suara orang menangis, tapi kalo bukan terus apa ? Akhirnya saya bertanya pada Teh Lastri.
"Teh tadi denger gak ada suara cewe nangis diruang OR ?"
"Ah masa ? Teteh gak denger apa - apa, cuma suara kita semua aja"
"Eh bener teh da kenceng suaranya masa gak denger ?"
"Sumpah teteh gak denger, emang bener kitu ozan tadi ada suara cewe nangis ?"
"Bener Lalas tadi aku juga denger !"
"Tuh Kang Candra juga denger Teh masa Teteh gak denger ?"
"Emang gak denger, tapi Teteh gak percaya ah"
"Udah lah Riz, jangan dianggap biarin aja toh kalo bener juga "mereka" mungkin gak sengaja"
"Yaudahlah kalo gitu"
Saya pun langsung pulang kerumah, tapi dirumah saya masih teringat suara tangisan itu.
Keesokan harinya saya kembali beraktifitas seperti biasa melanjutkan UKK hari terakhir. Kembali saya teringat suara itu, masih penasaran saya pun melihat kedalam ruang osis dari jendela. "Tak ada siapapun disini" gumam saya dalam hati, saya pun kembali ke kelas saya.
Setelah pulang sekolah saya menemui Kang Candra dikantin sekolah ingin membicarakan suara tangisan itu.
"Kang saya masih penasaran suara tangisan siapa kemarin diruang OR itu"
"Ini anak ngeyel banget sih"
"Da penasaran kang"
"Hayu atuh kita liat lagi kedalam ruang OR kebetulan kuncinya ada di akang"
"Yu atuh kang"
Kami pun berjalan menuju keruang osis.
"Tuh kosong kan Riz"
"Eh heeh kang kosong"
"Gimana masih penasaran ?"
"Masih sih kang, tapi..."
Brakkkkkkk, tiba - tiba bola basket didalam kerangkeng besi bergerak dengan sendirinya.
"Astagfirullah"
"Kang atuh jangan bercanda"
"Siapa juga yang bercanda ai kamu"
"Terus siapa atuh ?"
Kami saling melihat satu sama lain. Dan tiba - tiba .... HeeeeeeHeeeeh, suara orang tertawa jelas sekali terdengar ditelinga kami berdua. Tanpa berpikir lama kami berdua lari terbirit - birit saking takutnya.
"Ka...ang" suara saya terengah - engah setelah lari sekuat tenaga
"Udah dikasih tau jangan maksain buat cari tau, jadi kan gini"
"Kirain akang bakal berani, hehehe"
"Lah udah tau aku juga penakut"
"Kang pintunya belum dikunci, gimana nih ?"
"Astagfirullah, hayu kunci dulu atuh."
"Yu ah cepetan lemes nih lutut kang"
Kami pun bergegas untuk mengunci ruang OR tersebut.
Setelah terkunci rapat kami pun kembali kekantin dan melanjutkan obrolan kami.
"Kang gimana takutnya "mereka" marah sama kita."
"Kamu sih aneh - aneh Riz."
"Abis penasaran sih kang"
"Semoga aja gak ada hal yg aneh lagi."
"Amin kang, hayu kita pulang aja kang udah sore juga"
"Yu ah kita balik."
Kami pun pulang dengan tergesa - gesa karena hari mulai menunjukan akan hujan.
Esok harinya saya bertanya pada Teh Lastri sekalian bercerita kejadian kemarin, masih dengan pertanyaan yg sama siapa dan apa tujuan "mereka" menunjukan itu hanya pada saya dan Kang Candra.
"Teh lastri kemarin saya sama kang candra ngecek ruang OR pengen tau suara tangisan waktu 2 hari yg lalu"
"Terus kenapa emangnya Riz ?"
"Ada hal yg lebih aneh lagi, pertama bola basket didalam berangkas gerak, terus ada suara orang ketawa jelas banget"
"Ah bohong kamu mah"
Tak lama datang Kang Candra.
"Ada apa kayanya lagi seru nih ?"
"Itu si Rizka katanya kemaren sama kamu keruang OR ?"
"Heeh bener Las, sampe kita lari tunggang langgang"
"Tuh kan bener teh, saya gak bohong !"
"Coba sekarang sama aku kesana, jadi penasaran juga"
"Ah gak mau, ntar lebih parah lagi dari kemarin Las"
"Udah percaya gak bakal ada apa - apa"
"Yaudah yu kalo gitu"
"Yu kang atuh"
Sekarang kami bertiga yg kesana, dengan perasaan takut, penasaran, dan was was kami pun memberanikan diri untuk masuk.
"Mana tuh gak ada apa - apa"
"Ih serius kemaren disini Las, tepat ditempat kamu berdiri"
"heeh teh bener disini"
"Mana toh gak ada apa - apa"
Tak lama kemudian saya merasa bulu kuduk saya mulai berdiri, dan benar saja ......
Brakkk Brakkkk Braakkkkk... suara barang berjatuhan, tapi anehnya gak ada satupun barang yg jatuh
"Tah tah, mulai nih kang" gumamku
"Ah udah yu keluar Las, aku takut" Ajak Kang Candra
"Suara apa itu, jangan maen - maen dong Ojan Rizka"
"Sumpah demi allah gak ada yg maen - maen Las" jawab kang candra
"Iya teh saya juga diem ini" tambah ku
Dan benar saja salah satu tiang net volley bergerak, logisnya tiang itu berat dan perlu 2-3 orang untuk mengangkatnya, tapi dengan jelas tiang itu bergerak seperti ada orang yg sedang memutar - mutarnya, kami tidak sempat berbicara dan kami bertiga kembali lari sekencang - kencangnya keluar dari ruang tersebut.
"Ya kan udah percaya sekarang Las ?" tanya kang candra
"Itu beneran kan ?" Teh lastri setengah percaya dengan apa yg telah dia lihat
"Iya terus siapa dong yg kuat gerak - gerakin tiang seberat dan sepanjang itu" jawab saya
"Gak mau lagi ah udahan ah mau pulang" rengek teh lastri
"Kunci dulu pintunya kang" lanjut saya
"Tunggu disini las biar aku sama si Rizka aja yg kunci pintunya"
Kami pun kembali mengunci ruang itu. dijalan menuju ruang OR kami mengobrol
"Kang apa mungkin ada yg mau disampaikan sama "mereka" ?"
"Bisa aja sih, tapi apa ?"
"Mana saya tau kang"
"Nanti kita cari tau aja gimana ?"
"Siapa takut"
Selesai kami mengunci pintu kami menghampiri Teh lastri yg sedang menenangkan dirinya dikantin
"Las, kayanya ini ada yg mau disampein, toh selama ini gak ada yg aneh disekolah kita ini"
"Tau ah itu mah urusan kalian, aku gak mau ikut - ikutan"
"Eh jgn gitu, kita beresin barenga aja biar cepet"
"Gak tetep gak mau"
"Ayo lah las ya plissss"
"Yaudah tapi kalo ada apa - apa aku gak mau tanggung jawab !"
"Nah gitu dong."
"Pulang yu ah cape nih"
"Yaudah atuh yu ah balik"
Hari itu saya pun pulang dengan wajah pucat karena ketakutan, karena baru kali ini saya memberanikan diri berurusan dengan makhluk gaib, apa lagi beresin satu masalah kaya gini.
Tapi dibalik itu saya juga ingin tau tentang makhluk gaib dan hal - hal mistis, toh gak bakal terjadi apa - apa selain suara - suara atau pergerakan benda seperti apa yg telah saya alama 2 hari yg lalu.
Sekian dulu untuk posting pertama ini, saya akan memposting lanjutan cerita ini setiap 2 hari, begitu juga dengan seluruh postingan yg lainnya
Jadi tunggu kelanjutannya 2 hari lagi ya.... ;)
See u tomorrow guys :D
Salam Mistis XD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar