Maaf nih buat beberapa hari kebelakang saya tidak sempat posting, karena saya sakit yg agak lumayan mengganggu aktifitas, sebenarnya sih sekarang juga masih agak terasa linu dibadan, tapi demi selesainya cerita ini saya kuat - kuatin buat nulis bagian terakhir ini.
Jadi maaf ya telat banget nih postingnya, tapi nanti bakal saya ceritakan kenapa saya bisa sakit sampe hampir 1 minggu ini.
Langsung aja ya kita lanjut ceritanya
Selamat membaca :)
Setelah berdiskusi dengan beberapa teman, saya dan yg lainnya sepakat untuk mengadakan do'a bersama di sekolah tanpa sepengetahuan pihak sekolah, karena akan menjadi rumit jika pihak sekolah tau kita melakukan hal mistis seperti ini.
Tiba pada hari dimana kita akan mengadakan do'a bersama, tapi sempat ada beberapa hal yg menghalangi acara ini. Tak habis pikir kenapa banyak sekali yg menghalangi, seperti hilangnya kunci ruang osis, teman - teman yg mendadak tidak enak badan setelah datang ke sekolah dan hal lainnya. Saya mulai curiga dan memang terasa hawa di sekolah mulai berbeda, terasa agak panas dan tidak enak, rasanya ingin sekali kami pergi secepatnya dari sekolah.
Tak ada cara lain, saya langsung bertindak, melakukan beberapa ritual yg mungkin terlihat aneh oleh teman - temanku saat itu. Entah dari mana saya belajar ritual seperti itu, seperti terlintas begitu saja dalam pikiran dan langsung melakukannya begitu saja, hasilnya mulai terlihat, suasana mulai enak dan udaranya pun mulai segar seperti biasanya, yg asalnya sangat panas dan tidak nyaman.
Kami mun mulai berkumpul dan memulai acara do'a bersama itu. Ketika kami berdo'a terdengar olehku suara langkah kaki dari ruang OR menuju keluar dan sepertinya itu adalah "neng" yg ingin ikut bersama kami untuk berdo'a. Saya pun langsung bertanya pada kang candra.
"Kang, "neng" sudah ada disini ya ?"
"Iya itu di pojokan tuh"
"Ya udah kita lanjut aja kang"
Kami pun melanjutkan berdo'a dan ternyata "neng" masuk kedalamm tubuh teh dewi jangkung.
"Hehehehe, terima kasih kalian sudah mendo'akan neng"
"Neng senang kalian baik gak seperti yg disana !"
Ternyata tidak hanya "neng" yg berada disana, terlihat jelas oleh saya ada makhluk gaib dengan wujud lelaki tinggi, memakai baju pangsi ( baju adat sunda ) tetapi dia tidak memiliki kepala, entah apa yg terjadi padanya dulu, atau mungkin dia hanya jin yg menyerupai orang itu dahulu.
Saya langsung bertanya pada "neng"
"Neng itu siapa ?"
"Itu jahat, neng takut"
"Gak apa - apa neng, jangan takut ya"
"Neng mau pulang ya, terima kasih"
"Iya neng, sama - sama"
Tak lama "neng" langsung keluar dari tubuh teh dewi jangkung dan terlihat teh dewi jangkung langsung terkulai lemas tak sadarkan diri.
Saya masih penasaran dengan "lelaki tanpa kepala tersebut", siapa dia sebenarnya, apa mungkin dia penguasa disini ?. Tak lama saya langsung bertanya kembali kepada teh keu keu.
"Teh liat gak tadi yg gak ada kepalanya ?"
"Ah mana, gak ada dari tadi juga"
"Itu tadi berdiri di tengah lapangan !"
"Gak ada ah, kamu jangan aneh - aneh ah, teteh takut kalo makhluknya serem gitu"
"Kang liat gak tadi ?" saya bertanya pada kang candra
"Itu penguasa sini Riz"
"Lah kok ?"
"Iya itu yg dulunya ketabrak kereta disini, dan meninggal dengan keadaan kepala terputus dan tidak pernah ditemukan kepalanya"
"Oh pantes kalo gitu kang"
Kami pun hendak menyelesaikan acara berdo'a ini, tapi kami dikejutkan dengan suara gaduh di WC belakang tepat di dekat ruang kelas yg baru dibangun saat itu. Saya langsung mengeceknya, tetapi saya tidak menemukan sesuatu. Saya buka satu persatu pintu wc yg kebetulan berjumlah 6 ruangan itu. 1 ruangan terletak didepan 5 ruangan lain dipisahkan dengan tembok dan 5 ruangan itu berjajar menyamping. Pintu pertama "braakkk" tidak ada siapa - siapa, pintu kedua "brraakkk" juga tidak ada siapa - siapa, pintu ke-3 dan ke-4 pun begitu, tapi ketika saya hendak membuka pintu ke-5 saya mendengan sayup - sayup suara orang memanggil "Rizka cepat kami mau pulang" oh ternyata suara si sansan yg mengajak saya pulang saat itu. Dan saya langsung membuka pintu terakhir itu "braaakkkkk" dan........nampak seorang perempuan sedang berdiri menatap saya langsung, kaget bukan kepalang saya langsung menendang pintu dan langsung berlari menuju keluar dari wc tersebut. Sempat saya menoleh kebelakang dan wanita itu terihat mengikuti saya, padahal waktu itu masih pukul 13.00, tak berpikir panjang saya terus berlari menuju teman - teman yg menunggu saya di depan sekolah. Tapi setelah saya sampai didepan gerbang sekolah tak ada siapapun disana, saya cari mereka terus menerus, tak ada siapapun disekolah bahkan binatang pun tidak ada. "Apa mungkin mereka meninggalkanku ? Ah mana mungkin mereka meninggalkan saya" pikirku saat itu.
Kembali saya mendengar suara gaduh diruang kelas dekat perpustakaan. Saya kapok tidak mau lagi, bukannya saya takut tapi saya paling tidak suka jika dikejutkan, apalagi ini oleh makhluk astral.
Saya kelilingi seluruh sekolah, nampak ada yg berbeda dengan bangunan sekolah ini, saya amati dengan teliti, ternyata ini bukanlah dunia nyata, saya terjebak didalam dunia "mereka", sepertinya saya terbawa oleh mereka saat berdo'a tadi. Saya cari jalan keluar dari sekolah tapi saat saya keluar dari gerbang saya kembali berputar keluar dari kantin belakang, padahal saya sudah mengikuti jalan seperti biasanya. Tak habis akal saya langsung membaca beberapa ayat suci Al-Quran saat itu dan memejamkan mata berharap ada bantuan yg dapat menarik saya keluar dari dunia "mereka".
Tak lama saya mendengar suara kang candra memanggil saya "Rizka...Rizka...Bangun Riz !!!" juga ada beberapa suara teman saya sama memanggil saya dengan kerasnya, ketika itulah saya melihat ada cahaya sangat terang dan saya langsung berlari menuju cahaya itu dan seketika saya langsung tersadar dan membuka mata. Ternyata sebenarnya saya sedang berada diruang osis dan acara berdo'a itu masih berlangsung.
Mendengar cerita dari kang candra dan teman yg lain tadi saya tiba - tiba saja tak sadarkan diri setelah "neng" keluar dari tubuh teh dewi jangkung. Sungguh aneh, tapi saya sendiri mengalami kejadian tersebut. Kepala saya agak terasa pusing dan sangat cape, tapi karena acara do'a bersama ini belum selesai saya menguatkan diri untuk kembali berdo'a bersama teman yg lainnya.
"Terima kasih kalian sudah mendo'akan kami" putrin kembali mengalami kerasukan, tapi tidak jelas siapa yg merasuki putrin saat itu, tapi dari suara dan gestur tubuh sepertinya dia adalah seorang lelaki, karena dari tutur katanya agak berat dan berwibawa.
"Sama - sama ki, atau saya harus panggil siapa ?" jawab kang candra
"Panggil saja aki" makhluk itu menjawab
"Baik ki, saya mohon bantuan sama aki untuk memberitahukan kepada teman aki jangan ganggu kami lagi" tambah kang candra
"Iya aki akan sampaikan cu, aki pamit pulang dulu, assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam"
Setelah dari aki itu tidak ada lagi gangguan sampai acaranya do'a ini selesai.
Singkat cerita kami telah menyelesaikan acara do'a bersama hari itu, dan kami hendak pulang seperti biasanya, tapi sepertinya saya merasakan kembali ada beberapa hal yg janggal, saya lihat pada beberapa orang teman saya, dan ada beberapa dari "mereka" mengikuti teman - teman saya, sepertinya mereka tertarik dan ingin menjahili teman - teman saya kembali.
Tanpa berpikir panjang saya, kang candra, dan teh keu keu langsung melakukan "pembersihan" kepada beberapa teman saya yg diikuti oleh "mereka". Alhamdulillah sudah selesai dan mereka sudah pergi menjauh dan tidak akan berani mengganggu lagi.
Kami melanjutkan perjalanan pulang tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 18.00, dan kumandang adzan maghrib terdengar saat kami berjalan menuju jalan raya untuk pulang.
Sepertinya mereka senang dengan adanya acara do'a ini, sampai ada sesepuh dari "mereka" yg menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung. Lega rasanya sudah tidak ada lagi beban dipikiran saya saat itu, meski ada beberapa pertanyaan yg saya pendam dan tidak berani saya tanyakan karena saya takut akan membuat masalah ini lebih panjang lagi.
Kami pun langsung berpisah dan menuju rumah kami masing - masing dengan rasa lega dan tidak ada lagi rasa takut akan diganggu oleh "mereka".
~TAMAT~
> Pelajaran yg bisa kita ambil dari cerita ini <
1. Jangan pernah untuk mempercayai makhluk gaib, karena kalian hanya akan dijadikan alat oleh "mereka"
2. Jangan pernah takut pada "mereka" karena kita ( manusia ) lebih mulia dari "mereka"
3. Berbuatlah baik maka kebaikan pula yg akan kalian dapatkan
Nah kawan ingat pesan diatas ya, jangan lupa ibadah dan keimanan kalian tingkatkan, karena orang yg bertaqwa dan beriman tidak akan pernah diganggu oleh makhluk gaib.
Sampai sini dulu ya buat cerita pengalaman pertama saya ini, mungkin bagi kalian yg merasa kenal dengan saya dan mengetahui ceritanya jangan ragu untuk komen.
Dicerita ini memang saya akui lakukan beberapa perubahan yg memang tidak ada dikejadian aslinya, tapi selebihnya adalaha "true story"
Maaf jika ada beberapa orang yg tidak saya ikut sertakan dalam cerita ini karena terlalu banyak orangnya XD
Maaf juga pada orang yg telah saya ikut sertakan karena tidak izin terlebih dahulu.
Tunggu untuk cerita selanjutnya, sedikit bocoran untuk cerita berikutnya saya akan menceritakan pengalam saya ketika saya mudik ketanah kelahiran bapak saya, jadi tunggu untuk cerita berikutnya ya ;)
Terima kasih sudah membaca :)
See you at next story :)
#SalamMistis