Jumat, 13 Mei 2016

Perkenalan Bagian 4

Hai kawan - kawan pecinta cerita hantu :)
Maaf nih buat beberapa hari kebelakang saya tidak sempat posting, karena saya sakit yg agak lumayan mengganggu aktifitas, sebenarnya sih sekarang juga masih agak terasa linu dibadan, tapi demi selesainya cerita ini saya kuat - kuatin buat nulis bagian terakhir ini.
Jadi maaf ya telat banget nih postingnya, tapi nanti bakal saya ceritakan kenapa saya bisa sakit sampe hampir 1 minggu ini.
Langsung aja ya kita lanjut ceritanya
Selamat membaca :)


Setelah berdiskusi dengan beberapa teman, saya dan yg lainnya sepakat untuk mengadakan do'a bersama di sekolah tanpa sepengetahuan pihak sekolah, karena akan menjadi rumit jika pihak sekolah tau kita melakukan hal mistis seperti ini.
Tiba pada hari dimana kita akan mengadakan do'a bersama, tapi sempat ada beberapa hal yg menghalangi acara ini. Tak habis pikir kenapa banyak sekali yg menghalangi, seperti hilangnya kunci ruang osis, teman - teman yg mendadak tidak enak badan setelah datang ke sekolah dan hal lainnya. Saya mulai curiga dan memang terasa hawa di sekolah mulai berbeda, terasa agak panas dan tidak enak, rasanya ingin sekali kami pergi secepatnya dari sekolah.
Tak ada cara lain, saya langsung bertindak, melakukan beberapa ritual yg mungkin terlihat aneh oleh teman - temanku saat itu. Entah dari mana saya belajar ritual seperti itu, seperti terlintas begitu saja dalam pikiran dan langsung melakukannya begitu saja, hasilnya mulai terlihat, suasana mulai enak dan udaranya pun mulai segar seperti biasanya, yg asalnya sangat panas dan tidak nyaman.
Kami mun mulai berkumpul dan memulai acara do'a bersama itu. Ketika kami berdo'a terdengar olehku suara langkah kaki dari ruang OR menuju keluar dan sepertinya itu adalah "neng" yg ingin ikut bersama kami untuk berdo'a. Saya pun langsung bertanya pada kang candra.
"Kang, "neng" sudah ada disini ya ?"
"Iya itu di pojokan tuh"
"Ya udah kita lanjut aja kang"
Kami pun melanjutkan berdo'a dan ternyata "neng" masuk kedalamm tubuh teh dewi jangkung.
"Hehehehe, terima kasih kalian sudah mendo'akan neng"
"Neng senang kalian baik gak seperti yg disana !"
Ternyata tidak hanya "neng" yg berada disana, terlihat jelas oleh saya ada makhluk gaib dengan wujud lelaki tinggi, memakai baju pangsi ( baju adat sunda ) tetapi dia tidak memiliki kepala, entah apa yg terjadi padanya dulu, atau mungkin dia hanya jin yg menyerupai orang itu dahulu.
Saya langsung bertanya pada "neng"
"Neng itu siapa ?"
"Itu jahat, neng takut"
"Gak apa - apa neng, jangan takut ya"
"Neng mau pulang ya, terima kasih"
"Iya neng, sama - sama"
Tak lama "neng" langsung keluar dari tubuh teh dewi jangkung dan terlihat teh dewi jangkung langsung terkulai lemas tak sadarkan diri.
Saya masih penasaran dengan "lelaki tanpa kepala tersebut", siapa dia sebenarnya, apa mungkin dia penguasa disini ?. Tak lama saya langsung bertanya kembali kepada teh keu keu.
"Teh liat gak tadi yg gak ada kepalanya ?"
"Ah mana, gak ada dari tadi juga"
"Itu tadi berdiri di tengah lapangan !"
"Gak ada ah, kamu jangan aneh - aneh ah, teteh takut kalo makhluknya serem gitu"
"Kang liat gak tadi ?" saya bertanya pada kang candra
"Itu penguasa sini Riz"
"Lah kok ?"
"Iya itu yg dulunya ketabrak kereta disini, dan meninggal dengan keadaan kepala terputus dan tidak pernah ditemukan kepalanya"
"Oh pantes kalo gitu kang"
Kami pun hendak menyelesaikan acara berdo'a ini, tapi kami dikejutkan dengan suara gaduh di WC belakang tepat di dekat ruang kelas yg baru dibangun saat itu. Saya langsung mengeceknya, tetapi saya tidak menemukan sesuatu. Saya buka satu persatu pintu wc yg kebetulan berjumlah 6 ruangan itu. 1 ruangan terletak didepan 5 ruangan lain dipisahkan dengan tembok dan 5 ruangan itu berjajar menyamping. Pintu pertama "braakkk" tidak ada siapa - siapa, pintu kedua "brraakkk" juga tidak ada siapa - siapa, pintu ke-3 dan ke-4 pun begitu, tapi ketika saya hendak membuka pintu ke-5 saya mendengan sayup - sayup suara orang memanggil "Rizka cepat kami mau pulang" oh ternyata suara si sansan yg mengajak saya pulang saat itu. Dan saya langsung membuka pintu terakhir itu "braaakkkkk" dan........nampak seorang perempuan sedang berdiri menatap saya langsung, kaget bukan kepalang saya langsung menendang pintu dan langsung berlari menuju keluar dari wc tersebut. Sempat saya menoleh kebelakang dan wanita itu terihat mengikuti saya, padahal waktu itu masih pukul 13.00, tak berpikir panjang saya terus berlari menuju teman - teman yg menunggu saya di depan sekolah. Tapi setelah saya sampai didepan gerbang sekolah tak ada siapapun disana, saya cari mereka terus menerus, tak ada siapapun disekolah bahkan binatang pun tidak ada. "Apa mungkin mereka meninggalkanku ? Ah mana mungkin mereka meninggalkan saya" pikirku saat itu.
Kembali saya mendengar suara gaduh diruang kelas dekat perpustakaan. Saya kapok tidak mau lagi, bukannya saya takut tapi saya paling tidak suka jika dikejutkan, apalagi ini oleh makhluk astral.
Saya kelilingi seluruh sekolah, nampak ada yg berbeda dengan bangunan sekolah ini, saya amati dengan teliti, ternyata ini bukanlah dunia nyata, saya terjebak didalam dunia "mereka", sepertinya saya terbawa oleh mereka saat berdo'a tadi. Saya cari jalan keluar dari sekolah tapi saat saya keluar dari gerbang saya kembali berputar keluar dari kantin belakang, padahal saya sudah mengikuti jalan seperti biasanya. Tak habis akal saya langsung membaca beberapa ayat suci Al-Quran saat itu dan memejamkan mata berharap ada bantuan yg dapat menarik saya keluar dari dunia "mereka".
Tak lama saya mendengar suara kang candra memanggil saya "Rizka...Rizka...Bangun Riz !!!" juga ada beberapa suara teman saya sama memanggil saya dengan kerasnya, ketika itulah saya melihat ada cahaya sangat terang dan saya langsung berlari menuju cahaya itu dan seketika saya langsung tersadar dan membuka mata. Ternyata sebenarnya saya sedang berada diruang osis dan acara berdo'a itu masih berlangsung.
Mendengar cerita dari kang candra dan teman yg lain tadi saya tiba - tiba saja tak sadarkan diri setelah "neng" keluar dari tubuh teh dewi jangkung. Sungguh aneh, tapi saya sendiri mengalami kejadian tersebut. Kepala saya agak terasa pusing dan sangat cape, tapi karena acara do'a bersama ini belum selesai saya menguatkan diri untuk kembali berdo'a bersama teman yg lainnya.
"Terima kasih kalian sudah mendo'akan kami" putrin kembali mengalami kerasukan, tapi tidak jelas siapa yg merasuki putrin saat itu, tapi dari suara dan gestur tubuh sepertinya dia adalah seorang lelaki, karena dari tutur katanya agak berat dan berwibawa.
"Sama - sama ki, atau saya harus panggil siapa ?" jawab kang candra
"Panggil saja aki" makhluk itu menjawab
"Baik ki, saya mohon bantuan sama aki untuk memberitahukan kepada teman aki jangan ganggu kami lagi" tambah kang candra
"Iya aki akan sampaikan cu, aki pamit pulang dulu, assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam"
Setelah dari aki itu tidak ada lagi gangguan sampai acaranya do'a ini selesai.
Singkat cerita kami telah menyelesaikan acara do'a bersama hari itu, dan kami hendak pulang seperti biasanya, tapi sepertinya saya merasakan kembali ada beberapa hal yg janggal, saya lihat pada beberapa orang teman saya, dan ada beberapa dari "mereka" mengikuti teman - teman saya, sepertinya mereka tertarik dan ingin menjahili teman - teman saya kembali.
Tanpa berpikir panjang saya, kang candra, dan teh keu keu langsung melakukan "pembersihan" kepada beberapa teman saya yg diikuti oleh "mereka". Alhamdulillah sudah selesai dan mereka sudah pergi menjauh dan tidak akan berani mengganggu lagi.
Kami melanjutkan perjalanan pulang tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 18.00, dan kumandang adzan maghrib terdengar saat kami berjalan menuju jalan raya untuk pulang.
Sepertinya mereka senang dengan adanya acara do'a ini, sampai ada sesepuh dari "mereka" yg menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung. Lega rasanya sudah tidak ada lagi beban dipikiran saya saat itu, meski ada beberapa pertanyaan yg saya pendam dan tidak berani saya tanyakan karena saya takut akan membuat masalah ini lebih panjang lagi.
Kami pun langsung berpisah dan menuju rumah kami masing - masing dengan rasa lega dan tidak ada lagi rasa takut akan diganggu oleh "mereka".

~TAMAT~

> Pelajaran yg bisa kita ambil dari cerita ini <
1. Jangan pernah untuk mempercayai makhluk gaib, karena kalian hanya akan dijadikan alat oleh "mereka"
2. Jangan pernah takut pada "mereka" karena kita ( manusia ) lebih mulia dari "mereka"
3. Berbuatlah baik maka kebaikan pula yg akan kalian dapatkan

Nah kawan ingat pesan diatas ya, jangan lupa ibadah dan keimanan kalian tingkatkan, karena orang yg bertaqwa dan beriman tidak akan pernah diganggu oleh makhluk gaib.
Sampai sini dulu ya buat cerita pengalaman pertama saya ini, mungkin bagi kalian yg merasa kenal dengan saya dan mengetahui ceritanya jangan ragu untuk komen.
Dicerita ini memang saya akui lakukan beberapa perubahan yg memang tidak ada dikejadian aslinya, tapi selebihnya adalaha "true story"
Maaf jika ada beberapa orang yg tidak saya ikut sertakan dalam cerita ini karena terlalu banyak orangnya XD
Maaf juga pada orang yg telah saya ikut sertakan karena tidak izin terlebih dahulu.
Tunggu untuk cerita selanjutnya, sedikit bocoran untuk cerita berikutnya saya akan menceritakan pengalam saya ketika saya mudik ketanah kelahiran bapak saya, jadi tunggu untuk cerita berikutnya ya ;)
Terima kasih sudah membaca :)
See you at next story :)
#SalamMistis

Jumat, 06 Mei 2016

Perkenalan Bagian 3

Hai kawan - kawan pecinta cerita hantu :)
Balik lagi nih di blog saya :D
Kemarin saya udah post "Perkenalan Bagian 2". Nah sekarang kita lanjut aja ya di bagian ke-3nya yg udah kalian tunggu - tunggu. Ada beberapa orang baru yg akan aku perkenalkan disini, mereka berperan penting dalam menyelesaikan misteri ini. Jadi tunggu apa lagi ?
Langsung aja kita mulai :)
Selamat membaca :)


Setelah kemarin saya dan teman yg lain mengetahui sedikit misteri dari siapa wanita itu, saya mulai penyelidikan. Kebetulan waktu itu saya sedang libur semester dan memiliki banyak waktu untuk menyelidikinya bersama teman yg lain. Nah saat itu saya dan Teh Lastri menuju ke rumah Kang Candra ingin membicarakan apa yg telah saya lihat kemaren.
Kebetulan sekali disana sudah ada Teh Keu Keu yg sedang berkunjung juga, mungkin mereka sedang membicarakan masalah yg sama. Langsung saya masuk setelah pamit kepada ibu Kang Candra.
"Assalamualaikum, Kang ?"
"Wa'alaikum salam, masuk aja Riz"
"Eh ada Teh Keu Keu juga" sapaku
"Eh Rizka, silahkan duduk" jawab Teh Keu Keu
"Gini Teh, Kang, saya langsung aja ya biar cepet"
"Iya pasti mau ngomongin yg kemaren itu ya ?"
"Iya Teh, masih penasaran, dan pengen "dia" gak ganggu kita lagi"
"Kamu ini ngeyel ya Rizka" ujar Teh Lastri dengan nada keras
"Abis Teteh mau di gangguin mulu ?"
"Ya....gak sih"
"Nah ya udah kalo gitu"
Kami pun mengobrol agak lama dan tidak terasa sudah mulai masuk waktu maghrib. Saya dan Kang Candra pun bergegas menuju mushola dekat rumahnya untuk menunaikan ibadah sholat maghrib. Setelah selesai saya dan kang candra langsung kembali menuju rumahnya, tapi kami tidak menemui teh lastri dan teh keu keu. Tak lama mereka datang, ternyata mereka dari warung dan membawa beberapa makanan.
"Kang besok, kita ke sekolah aja yu biar beresin masalahnya ?"
"Aku setuju !" kata teh keu keu dengan semangatnya
"Sabar dulu, kalo kita gak tau tujuan kita kesana juga percuma kan ?" kata kang candra
"Gini aja kita kumplin anak - anak semuanya biar kita gak terlalu susah nantinya gimana ?" saranku
"Boleh tuh kalo rame aku jadi gak takut, hehehehe" ungkap teh lastri
"Ya udah kita kumpulin anak - anak besok di sekolah" setuju kang candra
Keesokan harinya kami seluruh anggota osis berkumpul, ada beberapa orang yg tidak bisa datang, tapi orang - orang yg penting seluruhnya datang.
Sansan, erik, kang candra, teh lastri, teh keukeu, saya, dan ada beberapa orang lainnya.
"Ada apa teh kok kita disuruh kumpul mendadak kaya gini ?" tanya yayu
Yayu adalah salah satu calon ketua osis dari SMA, dan dia sangatlah bijaksana, tapi dibalik itu dia orangnya sangat suka bercanda dan mudah tertawa.
"Ini ada hal yg mau diceritakan" ungkap teh lastri
"Iya kok gak biasanya kita disuruh kumpul mendadak kaya gini" tambah putrin
Putrin adalah salah seorang anak SMA yg agak pemalu, dia seorang penari tradisional ( jaipong ) akan tetapi dia memiliki kelemahan yg sangat sangat fatal ketika dia bersinggungan dengan makhluk astral
"Ya udah kita kumpul dulu di kelas X TKR 1 aja" ajak kang candra
Kami semua pun langsung masuk kedalam ruang kelas yg waktu itu adalah ruang kelas saya. Tak lama saya dan kang candra langsung menceritakan apa yg terjadi pada seluruh anggota osis. Ada yg percaya dan ada yg tidak, bahkan sebagian meremehkan ucapan saya dan kang candra.
"Ah masa iya ?" tanya beberapa orang yg tidak percaya.
"Ya sudah kalo emang tidak percaya, tapi jangan salahkan kita kalo kalian ada apa - apa !" tegas kang candra
Tak lama suasana mulai terasa berbeda, saya merasakan ada hal yg mulai datang, entah itu apa tapi saya rasa ini tidak beres. Ternyata benar saja apa yg saya rasakan terjadi saat itu juga. Putrin langsung terdiam sepertinya dia telah dirasuki oleh wanita yg waktu itu masuk ke teh dewi jangkung, wajahnya terlihat tersenyum simpul tanpa ada ekspresi senang, seketika dia berteriak dengan kerasnya
"DIAM KALIAN JANGAN GANGGU SAYA DISINI"
Sontak seluruh orang yg ada langsung kaget dan menjauh dari putrin. Saya langsung menghampiri putrin dan langsung bertanya padanya.
"Kenapa kamu tiba - tiba masuk ke anak ini ?"
"Hihihihi, katanya gak percaya sama saya ?" ungkap wanita itu
"Terus mau kamu apa ?"
"Pengen kalian percaya, terutama orang itu !!!" dia menunjuk salah seorang anak yg waktu itu adalah anak baru
"Kenapa aku ?" sambil ketakutan anak itu bertanya
"Karena kamu gak percaya "KAMI" !" dia mulai membentak
"Sudah kamu pengen kita bantu apa, pasti kamu ada maksud tertentu, tidak mungkin kamu muncul tiba - tiba seperti ini ?" tanya kang candra
Wanita ini mulai terlihat sedih dan menundukan kepalanya sembari memainkan jarinya.
"Aku minta bantuan kalian" dengan sedih "dia" berbicara
"Bantuan apa ?" tanyaku
"Heeuuuu Heeeeuuuu" makhluk ini mulai menangis
"Jangan nangis, sok apa yg bisa kita bantu ?" ujar teh keu keu
"Dia" menunjuk ruang osis dan menuntun kami menuju ruang OR. Dia menarik tanganku dengan kencang sambil menyeret saya meunuju ruang OR. Sampailah kami diruang OR tapi sayangnya kami tidak memegang kunci ruang itu. "Dia" terus meminta untuk masuk dan memaksa kami untuk mecari kuncinya. Karena waktu itu tidak ada staff di sekolah jadi kami tidak bisa masuk keruang itu dan kembali menuju ruang kelas saya.
Wanita ini duduk dengan perasaan sedih dan tidak mau berbicara, hanya terlihat tetesan air mata mengucur di pipi putrin. Saya pun kasihan dan berbicara lagi pada "dia".
"Kamu keluar dulu ya, kasian anak ini pasti cape" ujarku
"Gak mau, aku suka disini" jawabnya
"Eh gak boleh gitu, keluar ya" pintaku
Makhluk ini mulai luluh dan mau keluar dari tubuh putrin. Dengan bantuan kang candra "dia" dikeluarkan dari tubuh putrin. Setelah selesai putrin terlihat lemas dan kebingungan, dia bertanya pada kita semua apa yg terjadi dan kami menjelaskan apa yg telah terjadi.
Nampak putrin heran dan agak pucat wajahnya, kami pun langsung berinisiatif untuk mengantarnya pulang lebih dulu karena kondisi fisiknya yg lemah. Setelah selesai mengantarkan putrin kami membicarakan apa yg bisa kita bantu untuk makhluk ini.
Terlintas dipikiran saya untuk "flashback" ke masa dia hidup, seperti pada saat waktu itu diruang osis. Saya meminta persetujuan teman - teman semua untuk melakukannya. Mereka setuju karena mereka tidak mau terus dihantui oleh makhluk ini.
Langsung saja saya melakukan "flashback" dan mulai saya memasuki alam bawah sadar saya. Nampak jelas tempat itu terlihat kembali, tetapi sepertinya ini sebelum kejadian wanita itu dibunuh. Benar saja saya melihat wanita itu hendak pergi sekolah, oh ternyata ini paginya sebelum wanita itu dibunuh. Saya coba ikuti wanita itu, ternyata dia bersekolah disalah satu sekola favorit waktu itu. Saya akui wanita itu memang cantik dan pintar, bahkan para temannya selalu meminta bantuannya dalam pelajaran. Setelah selesai melihat dia disekolah saya langsung menuju tempat dimana dia di hadang oleh 2 orang lelaki tidak dikenal itu.
Ternyata 2 orang lelaki itu sebelumnya mabuk dan terlihat mereka mengobrol tentang wanita itu. Sepertinya mereka tau wanita itu dan kenal baik dengannya. Setelah beberapa saat wanita itu turun dari angkutan umum dan berjalan menuju rumahnya, sepertinya dia sudah biasa melewati jalan ini. Namun berbeda, kali ini sudah ada 2 orang yg menunggunya di balik rimbunnya pohon bambu.
Benar saja dia di sergap dan dibawa ke belakang rimbunnya pohon bambu. Disitulah dia lakukan tidak senonoh dan dibunuh dengan keji.
Setelah saya melihatnya sudah jelas dia meminta bantuan kami untuk mengungkap siapa pembunuhnya ini, karena dia tidak pernah tau siapa 2 orang tersebut. Saya langsung kembali sadar setelah agak lama melihat kejadian masa lampau itu. Saya jelaskan pada kang candra dan teh keu keu apa yg saya lihat dan mereka juga paham apa yg diinginkan wanita itu.
Hari sudah sore dan kami meminta untuk pulang karena sudah tidak ada lagi yg akan kami diskusikan hari itu, kami pun pulang ke rumah masing - masing. Namun ketika didepan sekolah yayu tiba - tiba berlari kembali menuju sekolah, saya pikir ada yg tertinggal, tapi ternyata dia merasakan energi yg amat sangat kuat menarik tubuhnya dan membuat dia merasa ingin kembali ke sekolah. Saya pun langsung menarik dia dan mamanggil namanya.
"Yayu, yayu, hei kamu kenapa ?"
"Aku pengen balik ke sekolah !"
"Ada apa yayu, sudah biarin aja jgn dihiraukan"
"Gak aku pengen kesana, dia nunggu aku"
"Istigfar yayu !"
Tak lama dia tersadar dan bertanya apa yg terjadi, saya jelaskan dan dia tidak merasa ingin ke sekolah, malah dia tidak ingat dia ngobrol dengan saya. Saya langsung mengajaknya untuk pulang dan menenangkan pikirannya
Esoknya saya kembali datang ke rumah kang candra, namun dia sedang tidak dirumah, kata ibunya dia sedang berada dirumah kakeknya, karena saya tidak tahu maka saya menghubungi teh lastri dan yg lainnya. Setelah mereka menjawab panggilanku mereka langsung berkumpul dirumah kang candra, tak lama juga kang candra pulang dengan membawa bungkusan hitam berisi bunga.
"Kang buat apa itu ?" tanyaku
"Ini Riz buat dirumah" jawab kang candra
"Emang kenapa di rumah ?"
"Buat nyekar sebenernya, hehehe"
"Ya elah kirain buat apa"
Seketika waktu itu juga teh dewi jangkung mengalami kerasukan kembali, entah siapa yg masuk tetapi dia menyamar menjadi "neng" wanita yg sedang kami selidiki misterinya. Dan dia meminta pada kami untuk memberinya bunga sedap malam dan bunga kertas merah. Kami sebetulnya tidak mau menuruti permintaan makhluk ini, karen musrik jiga kami ikuti permintaan dia, tapi dia mengancam untuk membawa teh dewi jangkung jika tidak memberikan apa yg dia inginkan. Terpaksa kami turuti kemauan makhluk rese ini. Kami langsung bergegas pergi kepasar untuk membeli barang yg "dia" minta, tapi sudah kami cari diseluruh pasar tidak kami temui apa yg kami cari itu padahal sangatlah mudah untuk menemukan bunga - bunga tersebut dipasaran. Kami pun tidak habis akal kami langsung bergegas pergi keruma kakek kang candra, siapa tau disana ada bunga itu.
Tapi sesampainya disana dan memberitahukan apa yg terjadi, kakek kang candra memberitahukan yg sebenarnya.
"Itu sebenarnya bukan yg dia maksud" kata kakek
"Terus apa dong kek ?" tanya kang candra
"Sebenarnya itu adalah teka teki"
"Teka Teki ?"
"Sebenarnya dia meminta bunga sedap malam bukan bunganya, tapi "perawan", dan bunga kertas merah artinya "darah" !"
"Terus gimana ini kek ?" tanyaku kebingungan
"Jangan dituruti, itu bukan wanita yg kalian pikirkan, itu makhluk lain yg sedang memanfaatkan keadaan" jelas kakek
"Jadi gak apa - apa ini kek kalo gak diturutin ?" tanya sansan
"Iya gak apa - apa, kakek bakal bantu dari sini" jelas kakek menenangkan
"Ya sudah kalo begitu kek, kami pamit pulang dulu"
"Iya sok, hati - hati dijalan"
"Kami pamit kek, assalamualaiku"
"Wa'alaikum salam"
Kami pun langsung kembali kerumah kang candra untuk beristirahat setelah cape bolak balik mencari bunga tersebut. Di dalam rumah kang candra, aku tidak sengaja meilhat sekelebatan kain merah mondar mandir dari dapur ke kamar mandi. Aku langsung bertanya ke kang candra.
"Kang itu siapa ?"
"Apa ? Kamu liat Riz ?" kang candra heran
"Iya itu baju merah bolak balik terus dari tadi"
"Itu sebenarnya penghuni kebun belakang, tapi dia suka disini, dia gak bakal ganggu kok"
"Oh gitu, saya cuma tanya aja kang, kirain akang gak tau, hehehe"
Kami pun bercanda tawa seperti tidak ada masalah yg sedang kami pecahkan, tak lama pembicaraan kami terhenti karena sesuatu kembali terjadi pada teh dewi jangkung. Sepertinya makhluk tadi yg kembali masuk dalam tubuh teh dewi jangkung.
"Mana kembang yg aku minta ?" tanya "dia"
"Gak ada, aku tau kamu bukan neng, kamu makhluk lain"
"Hahahahahahahahahaha" dia tertawa dengan senangnya
"Kalian sudah tau ternyata" ungkapnya
"Cepat keluar dari tubuh anak ini" ujar kang candra dengan nada keras
"Tidak sebelum kalian memberikan apa yg aku minta"
"Kamu tidak berhak untuk meminta, siapa kamu !" tegasku
"Kamu menantangku ?" terlihat makhluk ini mulai beringas
"Saya tidak takut dengan kamu, saya punya allah !"
"Apa itu ? Saya tidak mengenal dia !!!" sepertinya makhluk ini kafir dan ingin menyesatkan kami
"Keluar kamu, jangan ganggu anak ini" kang candra mulai terlihat kesal
Tak lama makhluk ini terlihat aneh dan kami tidak tau apa yg terjadi dengan makhluk ini yg kami lihat makhluk ini kesakitan dan berkata "panas" terus menerus. Beberapa saat kemudian teh dewi jangkung langsung tergolek lemas, sepertinya dia sudah sadar. Kang candra langsung meberinya air putih dan mengipasinya.
"Kang tadi kok makhluknya bilang panas ?" aku bertanya heran
"Itu udah diurus sama si kakek tadi" jawab kang candra tenang
"Oh pantas saja"
Saya lihat waktu sudah menunjukan pukul 19.00, sudah waktunya kami pulang dan esoknya kami harus kembali menyelesaikan misteri si "Neng" ini.
Tanpa sepengetahuan saya dan teman yg lainnya kang candra pergi kerumah kakeknya untuk meminta bantuan menyelesaikan masalah ini. Saya tau hal ini langsung setelah besoknya setelah dia datang ke rumah kakeknya dia menceritakannya padaku. Kang candra menceritakan waktu dia dirumah kakeknya, dia berkata bahwa si "neng" ini ditarik dan dimasukan kedalam tubuh kakeknya untuk berkomunikasi langsung. Saya terkejut karena dari cerita kang candra apa yg saya lihat sama percis dengan apa yg diceritakan oleh "neng" kepada kang candra melalui kakek.
"Dia" meminta bantuan untuk mendo'akan dia agar bisa sempurna dan kembali kealamnya, karena 2 orang lelaki itu juga sudah meninggal tak lama setelah membunuhnya akibat over dosis atau keracunan miras. Dan sekolah saya dahulunya adalah kebun bambu dimana dia dibunuh, dan lokasi tepatnya dia dibunuh adalah diruang OR.
Masuk akal saya pikir, tapi bagaimana kita menyelesaikan misteri ini ? Apa dengan mendo'akan si "neng" semuanya beres ? Layak untuk dicoba pikir saya. Saya dan teman yg lainnya berdiskusi bagaimana jika kita mengadakan do'a bersama untuk "neng", dan mereka setuju untuk melakukannya.


Sekian dulu untuk "Bagian 3" ini karena sepertinya postingnya terlalu panjang XD
Nantikan cerita akhirnya di Perkenalan Bagian 4 lusa ya :)
Oh iya maaf saya telat posting, karena ada sesuatu yg mungkin nanti akan saya angkat ke blog ini untuk cerita berikutnya :)
Terima kasih sudah membaca, dan tetap tunggu cerita lainnya ya :)
See you tomorrow :)
 #SalamMistis

Selasa, 03 Mei 2016

Perkenalan Bagian 2

Hai kawan - kawan penggemar cerita hantu :)
Balik lagi nih di blog kesayangan kalian XD
Seperti janji saya 2 hari yg lalu, saya akan melanjutkan cerita kemarin, bagi kalian yg belum tau awal ceritanya bisa kalian lihat disini Perkenalan Bagian 1
Langsung saja kita lanjutkan ceritanya :)
Selamat membaca :)

Hari ini adalah hari pertama saya melakukan penyelidikan ( detektif kali ) mistis yg mengganggu saya dalam 3 hari terakhir ini.
Seperti biasa saya dan 2 orang kakak kelas saya, Kang Candra dan Teh Lastri berkumpul di kantin sekolah untuk sekedar mengobrol.
"Kang gimana nih ?"
"Gimana apanya Riz ?"
"Itu yg kemarin masa lupa"
"Yaudah kalo emang mau diselidiki jangan tanggung kita beresin sampe beres res res !"
"Kalo saya sih ya ayo, tapi Teh Lastri ?"
"Aku gak mau ah ikutan masalah ginian !" sambar Teh Lastri dengan nada agak dinaikan
"Eh jangan gitu Las, secara gak langsung kamu juga terlibat" jawab Kang Candra
 "Iya juga sih Teh, mau gimana lagi coba ?" aku ikut menimpali
"Pokoknya GAK MAU TITIK !"
"Ah gak solider nih" jawab saya
Datang beberapa orang anggota osis mereka adalah teman satu angkatan dan kakak kelas saya, San San, Erik,  Teh Keu Keu, Duo Dewi ( nama mereka sama tetapi beda orang ), dan beberapa lainnya.
"Ada apa nih" dengan gaya perlentenya San San menghampiri kita bertiga.
"Kayanya ada yg serius ya ?" tanya Erik sang calon ketua Osis.
Singkat cerita aku dan kedua kakak kelasku itu menceritakan kejadian 3 hari yg lalu. Disela - sela cerita San San memotong ceritaku.
"Ah kamu mengada - ada Riz, mana ada hantu di siang bolong !"
"Serius ini San gak ada rekayasa sedikit pun" yakinku
"Kalo emang bener nih ada sesuatu yg mau "mereka" sampaikan, kenapa gak langsung ?" tanya erik
"Lah "mereka" itu tidak bisa komunikasi layaknya manusia Rik, kamu ini" jawabku
Erik dan San San ini memang orangnya percaya dengan makhluk gaib, tapi mereka selalu memerlukan bukti terlebih dahulu sebelum benar - benar yakin.
"Yaudah deh kalo emang gak mau bantu biarin aja saya sendiri yg membereskannya !" jawabku dengan agak kesal
"Eh jangan gitu dong Riz" jawab kang candra
"Habis mereka cuma bisa ngomong doang, kalo takut bilang aja takut !" timpalku
"Udah jangan jadi berantem, kita beresin aja bareng - bareng yu" Teh Keu Keu mulai bicara
Teh Keu Keu memang orangnya cantik, tapi dibalik kecantikannya dia orang yg sangat sensitif pada makhluk gaib, bagaimana tidak, dia mempunyai garis keturunan "orang pintar" dan pembawaannya sangat kalem
"Teteh mau bantuin ?" tanyaku pada Teh Keu Keu
"Iya atuh, gimana juga kamu adik aku Riz, nanti kalo ada apa - apa gimana ?"
"Makasih teh"
"Aku juga ikut lah !" timpal Kang Candra
Kang Candra orang yg paling humoris di anggota osis, dia selalu ceria meskipun sedang mengalami masalah berat. Tapi dibalik itu dia memiliki satu kemampuan yg sangat jarang orang miliki, yaitu bisa mendeteksi dan melihat alam "mereka", tidak jarang dia termenung melamun, terkadang saya heran kenapa dia seperti itu, ternyata dia sedang melakukan komunikasi dengan makhluk gaib.
"Yaudah aku ikut deh" Teh Lasti menjawab dengan nada malas
Teh Lastri orang yg pintar dan sangat periang, tidak mempunyai kemampuan khusus dalam hal makhluk gaib atau dunia gaib. Tapi rasa ingin taunya sangat besar dan selalu berpikir logis, Dia juga ketua osis angkatan waktu itu.
"Gimana yg lainnya nih ?" tanyaku kepada teman yg lainnya
"Ok aku ikut" San San menjawab dengan sungguh - sungguh
"Aku juga" begitu pun dengan Erik
"Kita juga ikut ah, bukan karena pengen tau, karena kita gak ada temen juga" Duo Dewi menjawab juga
Sekedar info Duo Dewi ini bukan penyanyi ya XD, tapi mereka 2 orang yg berbeda hanya memiliki nama yg sama. Satu orang dengan perawakan Tinggi langsing dengan pemikiran logis, tetapi dia sangat mudah untuk dirasuki makhluk gaib, biasa saya sebut dengan Teh Dewi Jangkung karena dia tinggi. Satu lagi Dewi kecil, ya seperti sebutannya "kecil" dia memiliki perawakan yg tidak terlalu besar, tapi dia memiliki keinginan yg sangat keras, dan selalu penasaran dengan hal baru sayangnya dia sedikit penakut dan pemalu, jarang bicara juga.
Singkat cerita saya dan semua teman saya tadi melanjutkan aktifitas belajar seperti biasa, tetapi saya mulai merasakan hal yg janggal ketika saya melewati ruang osis itu. Saya coba memberanikan diri melihat kedalam ruangan lewat kaca depan. Seperti biasa tidak ada apa - apa hanya kursi, dispenser dan perabotan lainnya yg tertata dengan rapi. Saya tidak menghiraukan perasaan itu dan saya pergi menuju perpus sekolah.
Sedang asik membaca majalah otomotif terdengar suara teriakan seorang perempuan dari arah ruang osis. Saya pun kaget dan langsung berlari melihat apa yg terjadi. Ternyata ada salah seorang murid SMA yg mengalami kerasukan, dia meronta dan berteriak tak karuan, hanya terdengar dia berteriak dalam bahasa sunda "bersihan tempat aing tong dipake teu puguh" artinya "bersihkan tempat saya jangan dipakai yg tidak tidak". Saya pun heran apa yg dia maksud ? Apa mungkin kami mengotori tempat dia tinggal ? Atau karena kami sering berkumpul diruang tersebut ? Banyak hal yg jadi pertanyaan dibenak saya.
Tak lama datang guru agama menghampiri anak yg kerasukan itu. dengan beberapa ayat suci Al-Quran guru saya itu mengeluarkan makhluk gaib yg mengganggu siswi itu. Keadaan menjadi tenang kembali seperti biasa.
Setelah kejadian itu saya jadi berpikir sebenarnya ini ada apa ? Kenapa dia berbicara seperti itu ? Tepukan dibahu saya menyadarkan dari lamunan barusan.
"Heh lagi apa ?" Sapa Erik
"Eh kamu Rik, bikin kaget aja" jawabku
"Kemarin pasti taukan ada kejadian kesurupan itu ?"
"Iya lah siapa juga yg gak tau"
"Ane jadi penasaran kenapa bisa terjadi sampai seperti ini"
"Sama saya juga Rik"
"Kita keruang osis aja yu, siapa tau ada petunjuk !"
"Yaudah yu"
Kami berdua pun langsung beranjak dari kelas dan langsung menuju ruang osis. Di jalan kami bertemu dengan San San dan Kang Candra. Kami berempat langsung meneju ruang osis. Setelah memasuki ruang osis kami terdiam sesaat.
"Sssssttttttt...."gumamku
"Ada apa ?" tanya Erik dan San San bersamaan
"Diem dulu" jawabku
"Iya dengerin bentar jangan ribut" tambah Kang Candra
Tak lama kemudian terdengar suara yg aneh dari dalam ruang OR. Seperti suara orang sedang menggeser benda. "sssrrrreeeeekkkk" beberapa kali kami berempat mendengarnya dengan jelas.
"A...pa itu ?" tanya Erik
"Ssssstttt diem dulu" jawabku
Tak lama kemudian......."Brrrrraaaaaannnnnnnnggggggg" suara besi kerangkeng didalam ruang itu seperti dipukul dengan kerasnya.
"Siapa disitu ?" Teriak San San menantang
"Aduhhhhh nih anak" gerutu Kang Candra
Sesaat suasana menjadi hening mencekam, tapi ....... Hihihihihi hihihi hihhihi suara perempuan itu terdengar lagi, sontak bulu kuduk kami merinding seketika.
"Se...se...tan" Erik kaget bukan main, sampai dia tidak bisa beranjak dari tempat
"Keluar kamu kalau berani jangan cuma suara aja" bentakku dengan keras
"Riz udah" sela Erik ketakutan.
"Udah diem aja "mereka" gak mungkin nyakitin kita
terdengar suara langkah kaki tanpa ada seorang pun yg berjalan, terdengar jelas langkah itu menuju kami yg sedang diam. Kembali terdengar suara - suara gaduh di dalam ruang OR.
"Saya tidak takut sama kalian !" bentakku kembali
Hening pun terasa kembali, sesaat saya pikir "mereka" sudah tidak berani lagi mengganggu kami, tapi disinilah mulai petualangan kami.
Nampak jelas di hadapan saya terlihat seorang wanita berpakaian putih dengan wajah pucat pasi yg tertutup rambut panjang. Anehnya hanya saya dan Kang Candra saja yg melihat sosok itu.
"Ka...ng, itu lihat dipintu !" bisik saya agak kaget
"He'em aku tau Riz" dengan santainya Kang Candra menjawab
"Gak apa - apa kang ?"
"Apaan sih bisik - bisik ? Ada apa ?" Tanya San San heran
"Iya ada apa ?" Erik mulai berani
"Itu !" sambil aku menunjuk pintu ruang OR
"Apa ?" mereka berdua menjawab dengan kompak
"Itu dipintu !" jelasku
"Mana ? Gak ada apa - apa" Erik terheran - heran
"Ah sudahlah kalian gak bakal liat" timpal Kang Candra
Mendadak wanita itu mendekatiku dengan perlahan, dengan berjalan gontai wanita itu terus mendekatiku
"Kang gimana ini ?" Aku mulai takut
"Biarin dia mau apa, kita lihat !" jawab Kang Candra
Wanita itu berhenti tepat dihadapanku, wajahnya hanya berjarak sekitar 30cm dari wajahku. Aku memejamkan mata saking tidak mau melihatnya. Beberapa saat ketika saya membuka mata saya tidak melihat wujud makhluk itu lagi, lega rasanya. Tapi ternyata masih belum berkahir sampai situ, "dia" kembali dengan cepat, terbang menembus beton bangunan menerobos semua benda yg dia lewati, seperti hendak menerkam saya. Spontan saya berteriak kaget "Astagfirullah" dan saya pun jatuh terpelanting kebelakang berbarengan dengan dia menabrak diri saya. Saya pun bangun dibantu teman saya dan dipapah untuk duduk dikursi ruang osis itu.
 "Kamu gak apa - apa ?" tanya Kang Candra
"Gak Kang, tadi Akang liat ?" tanyaku
"Ini sudah mulai berbahaya, kita harus segera membereskannya sebelum terjadi hal yg tidak diinginkan !" ujar Kang Candra
"Iya Kang, lebih cepat lebih baik" jawab Erik
"Ya udah sekarang kita beresin dulu buku dan tas kita dan kita berkumpul lagi dikantin !" perintah Kang Candra
Kami pun bergegas menuju kelas masing - masing, karena waktu itu sudah waktunya jam pulang sekolah kami pun langsung berkumpul dikantin seperti yg sudah dijanjikan. Tak lupa juga teman yg lain ikut berkumpul. Sekarang kita full personil dan kami siap bertempur haha.
Sebelumnya kami berempat sudah bercerita tentang kejadian barusan kepada teman kami yg lain.
"Kita mulai dari mana sekarang ?" tanya Teh Keu Keu
"Mulai dari awalnya aja Teh" Jawabku
"Iya sebab kita gak tau mulai darimana lagi" tambah Kang Candra
Yang lain hanya memperhatikan dan sesekali mengangguk.
"Rizka, Teteh tau kamu ada keturunan "orang pintar" dari keluarga kamu terdahulu" ungkap Teh Keu Keu
"Masa teh ?" tanyaku
"Iya bener, sini Teteh buka sedikit indra sensitif kamu, nanti juga kamu bakal lebih sensitif" ungkap Teh Keu Keu
"Iya boleh Teh" Aku setuju
"Tutup mata kamu dan santai" ujar Teh Keu Keu
Beberapa lafalan ayat suci Al-Quran dilantunkan oleh dia, dan terasa ada yg berbeda didalam diri saya, terasa sedikit hangat dan lebih enteng. Sesaat saya buka mata tidak ada yg aneh, tetapi badan bagian belakang saya seperti ada yg mengikuti.
"Nah udah beres, kamu bakal rasain nanti pas kita mulai" jelasnya
"Ya udah kalo gitu" saya pun mengiyakan penjelasan Teh Keu Keu
Kita pun mulai berkumpul diruang osis dan mulai menyelidiki hal - hal aneh yg terjadi belakangan ini. Suasana mulai mencekam dan tak ada siapa pun yg berani berbicara bahkan satu kata pun. Hening terpecah saat sesuatu terjadi. Galon yg tiba - tiba terbuka dan mengeluarkan air dengan sendirinya, sontak kami terkejut dengan kejadian itu.
"Kita mulai sekarang" kata Teh Keu Keu
"Mana teh ?" tanya Erik heran
"Ah aku takut ?!" sembari gemetar Teh Lastri berbicara
"Teh ini dibelakang saya ?" Tanyaku sambil terasa sesuatu dibelakang saya
"Jangan takut, kalo kamu berani lihat kebelakang !" jawab Teh Keu Keu
Aku pun memberanikan diri untuk menoleh dan ternyata.......
Makhluk itu kembali menampakan dirinya tepat didepan wajah saya, sontak saya kaget dan langsung terdorong dan jatuh terlentang.
"Kkkkkiiiiiiaaaaaaaaaa !!!!!!!!" Teh Lastri menjerit kaget
"Astagfirullah, ya allah ya rabbi !!" San San kaget bukan kepalang
Begitu juga dengan teman yg lain langsung berkerumun dan tidak ada yg berani melihat kearah ku saat itu, hanya saya yg berani menatap wajahnya yg tak jelas karena tertutup rambut usang makhluk itu. Sesaat saya berpikir mereka melihat makhluk ini, apa mungkin dia mulai ingin bercerita kenapa "dia" berani mewujudkan dirinya langsung kepada banyak orang seperti ini, sebelumnya hanya pada saya, dan Kang Candra. Saat itu lah saya merasa tidak bisa bergerak, dan semua badan terasa kaku, berat sekali rasanya ingin berbicara satu patah kata juga.
Kang Candra langsung menghampiri dan mengusap wajah saya sambil membaca surat Al-Fatihah, saat itu lah saya bisa kembali bergerak. Makhluk itu sudah tidak disitu entah pergi kemana, menghilang begitu saja.
Tak lama "dia" muncul lagi dibalik meja administrasi dengan hanya memperlihatkan bagian kepala saja. Betapa kagetnya Sansan waktu itu sampai dia gemetar dan tidak mau berkata apapun, begitu pun yg lainnya.
Terlihat "dia" melihat kepada Teh Dewi Jangkung, dan benar saja "wuuuussssshhhhhhh" dia terbang dan masuk kedalam tubuh Teh Dewi Jangkung. Langsung saja Teh Dewi Jangkung tidak sadarkan diri dan tubuhnya dikendalikan oleh makhluk tersebut.
"Wi....Dewi....???" tanya Teh Lastri sambil menggoyangkan bahu Teh Dewi Jangkung
Mata Teh Dewi Jangkung langsung terbuka seketika dan melihat ke arah kita semua dengan sangat marah. Tapi tak sepatah katapun terucap dari makhluk itu, hanya menatap dengan sorot mata yg tajam.
"Siapa ini ?" tanya Kang Candra membuyarkan semua keheningan
".........." makhluk itu hanya diam
"Siapa ini, mau apa kamu ganggu kami, sampai berani masuk kedalam tubuh teman kami ?" Bentak Teh Keu Keu
".......heeemmm......" suara geraman halus mulai terdengar
"Jawab ! kalo kamu sopan kita juga bakal sopan" tambah Kang Candra
Aku pun langsung menghampiri Teh Dewi Jangkung.
 "Ini siapa ? Sok jawab kamu mau apa kenapa sampai mengganggu kami seperti ini ?" tanyaku
"Hihihihi, Hihihihi" makhluk ini mulai cekikikan, tak tau apa yg dia tertawakan tapi yg jelas tidak ada hal lucu waktu itu
"Aku pengen dipanggil neng !" nada manja mulai terdengar dari makhluk itu
"Oh neng, neng kenapa masuk ke badan temen kita ?" tanyaku
"Aku suka anak ini, hihihi" jawabnya
"Eh gak boleh atuh" tegasku
"Kenapa ! Kalo aku mau ya terserah aku !" bentak makhluk itu
"Apa tujuan kamu merasuki temen kami ?" tanya Kang Candra
"Kalian !" jawabnya keras
"Kami ? Kami melakukan apa sama kamu neng ?" tanya Erik yg mulai bersuara
 "Kalian berisik !" jawabnya tegas
"Cuma itu ? Sampai kamu tega mengganggu kita ?" tanya Teh Keu Keu
"Iya ! Kalian berisik ganggu neng lagi tidur !" bentaknya
"Kalo kamu ngerasa keganggu kami minta maaf, tapi jangan ganggu kami lagi" perintah Teh Lastri
"Kalo aku gak mau !" bentaknya lagi
"Kamu harus mau ! Karena kamu udah ganggu alam kita !" Jawabku
"Ini rumah neng terserah neng !!!" dia mulai berontak melawan
"Rizka kesini sebentar !" Teh Keu Keu memanggil
"Iya teh" jawabku
Kami pun berbincang sejenak, sambil mengatur cara agar makhluk tersebut mau keluar dan tidak mengganggu kami lagi.
"Kamu coba kemampuan kamu sekarang !" suruh Teh Keu Keu
"Kemampuan ?" aku heran
"Pegang pundaknya dan pejamkan mata, dan liat apa yg terjadi !" suruh Teh Keu Keu kembali
"Ok kalo gitu" aku mengiyakan perintahnya
Kami pun kembali masuk kedalam ruangan dan saya mecoba apa yg tadi di perintahkan Teh Keu Keu. Saya pegang pundak Teh Dewi Jangkung, dan .......
Wusssshhhhh penglihatan saya menjadi blank, semua hitam gelap, tapi setelah beberapa saat saya melihat ada wanita sedang tergeletak dikebun bambu dengan seragam SMA yg berlumuran darah. Entah siapa dia saya tidak tahu dan tempatnya saya juga tidak tau dimana, tapi saya jelas sekali melihat jalan setapak dan dari kejauhan terlihat 2 orang laki-laki lari terbirit-birit seperti dikejar anjing.
Saya hampiri wanita itu dan ternyata sudah tidak bernyawa, terlihat bekas gorokan dileher dan bekas lebam di tangan, kepala, dan punggungnya. Baju seragam yg dia kenakan juga sudah kotor dengan darah bercampur tanah, saya liat tidak ada barang yg hilang, tasnya ada beberapa meter dari tubuh wanita ini.
Setelah itu saya seperti ada yg memanggil di ujung jalan setapak itu, ternyata suara teman-teman saya yg memanggil. Saya pun berlari menuju suara itu, dan saya tersadar kembali.
Setelah saya sadar, saya lihat Teh Dewi Jangkung sudah sadar dan sedang menenangkan dirinya bersama Teh Lastri dikantin.
"Kamu kenapa Riz ?" tanya Sansan dan Erik dengan wajah cemas
Saya hanya menggelengkan kepala, karena seluruh badan saya lemas.
"Apa yg kamu liat tadi Riz ?" tanya Kang Candra
"Hei udah nanti aja nanya nya, gak kasian apa sama si Rizka ?" bentak Teh Keu Keu
"Gak apa-apa teh" saya menjawab dengan nada lemas
"Nih minum dulu kalo gitu" Kang Candra menyodorkan gelas berisi air putih padaku
Aku menceritakan semua yg aku lihat tadi pada semua temanku saat itu juga. Yang jadi pertanyaan bagi kami "Siapa dia ?" "Kenapa dia dibunuh ?" "Apa hubungan 2 orang itu dengan wanita ini ?".
Dan apa mungkin si makhluk ini adalah jin yg menyerupai wanita itu ? Atau dia jin Khorin yg ingin memberitahu sesuatu ? Entah lah misteri ini masih jadi tanda tanya besar bagi kami. Mungkin jika kami terus melakukan menyelidikan akan ada hasil yg membuat semua jelas.

Sampai sini dulu ya untuk "Perkenalan Bagian 2" ini, di bagian ke-3 nanti dijamin kalian akan tambah penasaran untuk menunggu bagaimana akhirnya cerita ini.
So...keep wait for Part 3 :)
Terima kasih sudah membaca, nantikan bagian ke-3 dua hari lagi :)
See you tomorrow XD
#SalamMistis

Senin, 02 Mei 2016

Perkenalan

Hai kawan - kawan penggemar cerita hantu :)
Perkenalkan saya Rizka, disini saya ingin bercerita tentang pengalaman asli saya tentang makhluk gaib dan hal - hal mistis. Ada sedikit cerita yg saya rubah dikarenakan privasi dan untuk menambah kesan pada cerita saya ini. Tapi selebihnya dalam cerita ini asli pengalaman saya.
Pertama saya akan sedikit bercerita pertama kali saya berhubungan atau apa ya disebutnya, terserah kalian menyebutnya apa intinya postingan pertama ini akan bercerita tentang pengalaman pertama saya dengan dunia lain tepatnya makhluk astral.Ini bukanlah cerita fiksi atau karangan melainkan "true story" dari apa yang saya alami sampai saat ini. Mungkin ada beberapa nama yg saya samarkan tetapi keseluruhan adalah nama asli, so buat yg namanya tertulis disini mohon maaf saya tidak izin terlebih dahulu. Ada juga sebagian cerita yg tidak saya ceritakan disini karena terlalu privat untuk dipublikasikan Langsung saja saya mulai cerita pengalam pertama saya ini "lets start the story".
Selamat Membaca :)



Waktu itu saya masih bersekolah di salah satu SMK swasta di Bandung, ya seperti pada umumnya anak STM seumuran saya, yang senang bermain dan jail pada teman sebaya saya.
Oh iya sekolah saya juga menyatu dengan SMAnya dengan nama yg sama, mungkin kalian yg berdomisili didaerah sama dengan saya akan tau tepatnya sekola mana.
Hari itu saya kelas X dan sedang melakukan UAS, setelah selesai UAS hari itu ada jadwal untuk kumpul OSIS diruangan tepat disebelah kelas saya melakukan ujian hari itu.
" Kang ozan ayo katanya mau kumpul ?" tanya saya kepada salah satu kakak kelas saya.
" Oh heeh hayu, kita panggil dulu teh lastri !" jawab Kang Candra sembari sedikit berteriak.
saya menghamipiri Kang Candra didekat perpus, setelah selesai SMS Teh lastri kami pun berjalan menuju ruang Osis disebrang lapangan olahraga.
"Eh ini ditunggu di kantin malah duluan kesini." gerutu Teh Lastri pada kami berdua.
"Maaf Lalas, SMSnya gak kebuka tadi soalnya buru" takut hujan." elak Kang Chandra.
"Teh mana yg lainnya ?" tanyaku.
"Masih pada jajan riz, biasa cewe tau lah, hahaha." serobot Kang Candra.
"Tau aja kamu Ozan, hahaha." jawab Teh Lastri.
"Tuh udah pada dateng yu ah kita mulai aja Las." sambung Kang Candra
Kami pun mulai kumpul kami pada hari itu, sampai tak diduga saya mendengar suara seorang wanita menangis di belakang, tepatnya diruang olahraga, sedikit info ruang osis kami itu menyatu dengan ruang penyimpanan alat - alat olahraga sekolah kami, hanya di sekat dengan pintu dan ruangannya juga tidak terlalu besar.
Setelah saya dengarkan dengan seksama memang benar ada seorang wanita menangis didalam ruang itu. Saya pun langsung bertanya kepada Kang Candra, kebetulan dia memang orang yg sensitif ( ya indigo gtu ) tapi dia orangnya agak penakut.
"Kang Ozan, suuut kang hei !"
"Naon riz ? Ada apa ?"
"Dengerin deh, ada suara cewe nangis gk ?"
"Mana ah gak ada, sok nakut - nakutin wae."
"Ih dengerin yg bener atuh kang."
"Eh eh bener ada riz tapi pelan !"
"Kang jadi merinding yeuh."
"Ah antep we riz, nanti juga gak ada"
Setelah itu saya tidak menghiraukan lagi suara tangisan itu dan melanjutkan kumpul hari itu.
Singkat cerita kumpul telah selesai. Di jalan pulang saya masih bertanya - tanya bener atau tidak itu suara orang menangis, tapi kalo bukan terus apa ? Akhirnya saya bertanya pada Teh Lastri.
"Teh tadi denger gak ada suara cewe nangis diruang OR ?"
"Ah masa ? Teteh gak denger apa - apa, cuma suara kita semua aja"
"Eh bener teh da kenceng suaranya masa gak denger ?"
"Sumpah teteh gak denger, emang bener kitu ozan tadi ada suara cewe nangis ?"
"Bener Lalas tadi aku juga denger !"
"Tuh Kang Candra juga denger Teh masa Teteh gak denger ?"
"Emang gak denger, tapi Teteh gak percaya ah"
"Udah lah Riz, jangan dianggap biarin aja toh kalo bener juga "mereka" mungkin gak sengaja"
"Yaudahlah kalo gitu"
Saya pun langsung pulang kerumah, tapi dirumah saya masih teringat suara tangisan itu.
Keesokan harinya saya kembali beraktifitas seperti biasa melanjutkan UKK hari terakhir. Kembali saya teringat suara itu, masih penasaran saya pun melihat kedalam ruang osis dari jendela. "Tak ada siapapun disini" gumam saya dalam hati, saya pun kembali ke kelas saya.
Setelah pulang sekolah saya menemui Kang Candra dikantin sekolah ingin membicarakan suara tangisan itu.
"Kang saya masih penasaran suara tangisan siapa kemarin diruang OR itu"
"Ini anak ngeyel banget sih"
"Da penasaran kang"
"Hayu atuh kita liat lagi kedalam ruang OR kebetulan kuncinya ada di akang"
"Yu atuh kang"
Kami pun berjalan menuju keruang osis.
"Tuh kosong kan Riz"
"Eh heeh kang kosong"
"Gimana masih penasaran ?"
"Masih sih kang, tapi..."
Brakkkkkkk, tiba - tiba bola basket didalam kerangkeng besi bergerak dengan sendirinya.
"Astagfirullah"
"Kang atuh jangan bercanda"
"Siapa juga yang bercanda ai kamu"
"Terus siapa atuh ?"
Kami saling melihat satu sama lain. Dan tiba - tiba .... HeeeeeeHeeeeh, suara orang tertawa jelas sekali terdengar ditelinga kami berdua. Tanpa berpikir lama kami berdua lari terbirit - birit saking takutnya.
"Ka...ang" suara saya terengah - engah setelah lari sekuat tenaga
"Udah dikasih tau jangan maksain buat cari tau, jadi kan gini"
"Kirain akang bakal berani, hehehe"
"Lah udah tau aku juga penakut"
"Kang pintunya belum dikunci, gimana nih ?"
"Astagfirullah, hayu kunci dulu atuh."
"Yu ah cepetan lemes nih lutut kang"
Kami pun bergegas untuk mengunci ruang OR tersebut.
Setelah terkunci rapat kami pun kembali kekantin dan melanjutkan obrolan kami.
"Kang gimana takutnya "mereka" marah sama kita."
"Kamu sih aneh - aneh Riz."
"Abis penasaran sih kang"
"Semoga aja gak ada hal yg aneh lagi."
"Amin kang, hayu kita pulang aja kang udah sore juga"
"Yu ah kita balik."
Kami pun pulang dengan tergesa - gesa karena hari mulai menunjukan akan hujan.
Esok harinya saya bertanya pada Teh Lastri sekalian bercerita kejadian kemarin, masih dengan pertanyaan yg sama siapa dan apa tujuan "mereka" menunjukan itu hanya pada saya dan Kang Candra.
"Teh lastri kemarin saya sama kang candra ngecek ruang OR pengen tau suara tangisan waktu 2 hari yg lalu"
"Terus kenapa emangnya Riz ?"
"Ada hal yg lebih aneh lagi, pertama bola basket didalam berangkas gerak, terus ada suara orang ketawa jelas banget"
"Ah bohong kamu mah"
Tak lama datang Kang Candra.
"Ada apa kayanya lagi seru nih ?"
"Itu si Rizka katanya kemaren sama kamu keruang OR ?"
"Heeh bener Las, sampe kita lari tunggang langgang"
"Tuh kan bener teh, saya gak bohong !"
"Coba sekarang sama aku kesana, jadi penasaran juga"
"Ah gak mau, ntar lebih parah lagi dari kemarin Las"
"Udah percaya gak bakal ada apa - apa"
"Yaudah yu kalo gitu"
"Yu kang atuh"
Sekarang kami bertiga yg kesana, dengan perasaan takut, penasaran, dan was was kami pun memberanikan diri untuk masuk.
"Mana tuh gak ada apa - apa"
"Ih serius kemaren disini Las, tepat ditempat kamu berdiri"
"heeh teh bener disini"
"Mana toh gak ada apa - apa"
Tak lama kemudian saya merasa bulu kuduk saya mulai berdiri, dan benar saja ......
Brakkk Brakkkk Braakkkkk... suara barang berjatuhan, tapi anehnya gak ada satupun barang yg jatuh
"Tah tah, mulai nih kang" gumamku
"Ah udah yu keluar Las, aku takut" Ajak Kang Candra
"Suara apa itu, jangan maen - maen dong Ojan Rizka"
"Sumpah demi allah gak ada yg maen - maen Las" jawab kang candra
"Iya teh saya juga diem ini" tambah ku
Dan benar saja salah satu tiang net volley bergerak, logisnya tiang itu berat dan perlu 2-3 orang untuk mengangkatnya, tapi dengan jelas tiang itu bergerak seperti ada orang yg sedang memutar - mutarnya, kami tidak sempat berbicara dan kami bertiga kembali lari sekencang - kencangnya keluar dari ruang tersebut.
"Ya kan udah percaya sekarang Las ?" tanya kang candra
"Itu beneran kan ?" Teh lastri setengah percaya dengan apa yg telah dia lihat
"Iya terus siapa dong yg kuat gerak - gerakin tiang seberat dan sepanjang itu" jawab saya
"Gak mau lagi ah udahan ah mau pulang" rengek teh lastri
"Kunci dulu pintunya kang" lanjut saya
"Tunggu disini las biar aku sama si Rizka aja yg kunci pintunya"
Kami pun kembali mengunci ruang itu. dijalan menuju ruang OR kami mengobrol
"Kang apa mungkin ada yg mau disampaikan sama "mereka" ?"
"Bisa aja sih, tapi apa ?"
"Mana saya tau kang"
"Nanti kita cari tau aja gimana ?"
"Siapa takut"
Selesai kami mengunci pintu kami menghampiri Teh lastri yg sedang menenangkan dirinya dikantin
"Las, kayanya ini ada yg mau disampein, toh selama ini gak ada yg aneh disekolah kita ini"
"Tau ah itu mah urusan kalian, aku gak mau ikut - ikutan"
"Eh jgn gitu, kita beresin barenga aja biar cepet"
"Gak tetep gak mau"
"Ayo lah las ya plissss"
"Yaudah tapi kalo ada apa - apa aku gak mau tanggung jawab !"
"Nah gitu dong."
"Pulang yu ah cape nih"
"Yaudah atuh yu ah balik"
Hari itu saya pun pulang dengan wajah pucat karena ketakutan, karena baru kali ini saya memberanikan diri berurusan dengan makhluk gaib, apa lagi beresin satu masalah kaya gini.
Tapi dibalik itu saya juga ingin tau tentang makhluk gaib dan hal - hal mistis, toh gak bakal terjadi apa - apa selain suara - suara atau pergerakan benda seperti apa yg telah saya alama 2 hari yg lalu.

Sekian dulu untuk posting pertama ini, saya akan memposting lanjutan cerita ini setiap 2 hari, begitu juga dengan seluruh postingan yg lainnya
Jadi tunggu kelanjutannya 2 hari lagi ya.... ;)
See u tomorrow guys :D
Salam Mistis XD