Hai kawan - kawan penggemar cerita hantu :)
Balik lagi nih di blog kesayangan kalian XD
Seperti janji saya 2 hari yg lalu, saya akan melanjutkan cerita kemarin, bagi kalian yg belum tau awal ceritanya bisa kalian lihat disini Perkenalan Bagian 1
Langsung saja kita lanjutkan ceritanya :)
Selamat membaca :)
Hari ini adalah hari pertama saya melakukan penyelidikan ( detektif kali ) mistis yg mengganggu saya dalam 3 hari terakhir ini.
Seperti biasa saya dan 2 orang kakak kelas saya, Kang Candra dan Teh Lastri berkumpul di kantin sekolah untuk sekedar mengobrol.
"Kang gimana nih ?"
"Gimana apanya Riz ?"
"Itu yg kemarin masa lupa"
"Yaudah kalo emang mau diselidiki jangan tanggung kita beresin sampe beres res res !"
"Kalo saya sih ya ayo, tapi Teh Lastri ?"
"Aku gak mau ah ikutan masalah ginian !" sambar Teh Lastri dengan nada agak dinaikan
"Eh jangan gitu Las, secara gak langsung kamu juga terlibat" jawab Kang Candra
"Iya juga sih Teh, mau gimana lagi coba ?" aku ikut menimpali
"Pokoknya GAK MAU TITIK !"
"Ah gak solider nih" jawab saya
Datang beberapa orang anggota osis mereka adalah teman satu angkatan dan kakak kelas saya, San San, Erik, Teh Keu Keu, Duo Dewi ( nama mereka sama tetapi beda orang ), dan beberapa lainnya.
"Ada apa nih" dengan gaya perlentenya San San menghampiri kita bertiga.
"Kayanya ada yg serius ya ?" tanya Erik sang calon ketua Osis.
Singkat cerita aku dan kedua kakak kelasku itu menceritakan kejadian 3 hari yg lalu. Disela - sela cerita San San memotong ceritaku.
"Ah kamu mengada - ada Riz, mana ada hantu di siang bolong !"
"Serius ini San gak ada rekayasa sedikit pun" yakinku
"Kalo emang bener nih ada sesuatu yg mau "mereka" sampaikan, kenapa gak langsung ?" tanya erik
"Lah "mereka" itu tidak bisa komunikasi layaknya manusia Rik, kamu ini" jawabku
Erik dan San San ini memang orangnya percaya dengan makhluk gaib, tapi mereka selalu memerlukan bukti terlebih dahulu sebelum benar - benar yakin.
"Yaudah deh kalo emang gak mau bantu biarin aja saya sendiri yg membereskannya !" jawabku dengan agak kesal
"Eh jangan gitu dong Riz" jawab kang candra
"Habis mereka cuma bisa ngomong doang, kalo takut bilang aja takut !" timpalku
"Udah jangan jadi berantem, kita beresin aja bareng - bareng yu" Teh Keu Keu mulai bicara
Teh Keu Keu memang orangnya cantik, tapi dibalik kecantikannya dia orang yg sangat sensitif pada makhluk gaib, bagaimana tidak, dia mempunyai garis keturunan "orang pintar" dan pembawaannya sangat kalem
"Teteh mau bantuin ?" tanyaku pada Teh Keu Keu
"Iya atuh, gimana juga kamu adik aku Riz, nanti kalo ada apa - apa gimana ?"
"Makasih teh"
"Aku juga ikut lah !" timpal Kang Candra
Kang Candra orang yg paling humoris di anggota osis, dia selalu ceria meskipun sedang mengalami masalah berat. Tapi dibalik itu dia memiliki satu kemampuan yg sangat jarang orang miliki, yaitu bisa mendeteksi dan melihat alam "mereka", tidak jarang dia termenung melamun, terkadang saya heran kenapa dia seperti itu, ternyata dia sedang melakukan komunikasi dengan makhluk gaib.
"Yaudah aku ikut deh" Teh Lasti menjawab dengan nada malas
Teh Lastri orang yg pintar dan sangat periang, tidak mempunyai kemampuan khusus dalam hal makhluk gaib atau dunia gaib. Tapi rasa ingin taunya sangat besar dan selalu berpikir logis, Dia juga ketua osis angkatan waktu itu.
"Gimana yg lainnya nih ?" tanyaku kepada teman yg lainnya
"Ok aku ikut" San San menjawab dengan sungguh - sungguh
"Aku juga" begitu pun dengan Erik
"Kita juga ikut ah, bukan karena pengen tau, karena kita gak ada temen juga" Duo Dewi menjawab juga
Sekedar info Duo Dewi ini bukan penyanyi ya XD, tapi mereka 2 orang yg berbeda hanya memiliki nama yg sama. Satu orang dengan perawakan Tinggi langsing dengan pemikiran logis, tetapi dia sangat mudah untuk dirasuki makhluk gaib, biasa saya sebut dengan Teh Dewi Jangkung karena dia tinggi. Satu lagi Dewi kecil, ya seperti sebutannya "kecil" dia memiliki perawakan yg tidak terlalu besar, tapi dia memiliki keinginan yg sangat keras, dan selalu penasaran dengan hal baru sayangnya dia sedikit penakut dan pemalu, jarang bicara juga.
Singkat cerita saya dan semua teman saya tadi melanjutkan aktifitas belajar seperti biasa, tetapi saya mulai merasakan hal yg janggal ketika saya melewati ruang osis itu. Saya coba memberanikan diri melihat kedalam ruangan lewat kaca depan. Seperti biasa tidak ada apa - apa hanya kursi, dispenser dan perabotan lainnya yg tertata dengan rapi. Saya tidak menghiraukan perasaan itu dan saya pergi menuju perpus sekolah.
Sedang asik membaca majalah otomotif terdengar suara teriakan seorang perempuan dari arah ruang osis. Saya pun kaget dan langsung berlari melihat apa yg terjadi. Ternyata ada salah seorang murid SMA yg mengalami kerasukan, dia meronta dan berteriak tak karuan, hanya terdengar dia berteriak dalam bahasa sunda "bersihan tempat aing tong dipake teu puguh" artinya "bersihkan tempat saya jangan dipakai yg tidak tidak". Saya pun heran apa yg dia maksud ? Apa mungkin kami mengotori tempat dia tinggal ? Atau karena kami sering berkumpul diruang tersebut ? Banyak hal yg jadi pertanyaan dibenak saya.
Tak lama datang guru agama menghampiri anak yg kerasukan itu. dengan beberapa ayat suci Al-Quran guru saya itu mengeluarkan makhluk gaib yg mengganggu siswi itu. Keadaan menjadi tenang kembali seperti biasa.
Setelah kejadian itu saya jadi berpikir sebenarnya ini ada apa ? Kenapa dia berbicara seperti itu ? Tepukan dibahu saya menyadarkan dari lamunan barusan.
"Heh lagi apa ?" Sapa Erik
"Eh kamu Rik, bikin kaget aja" jawabku
"Kemarin pasti taukan ada kejadian kesurupan itu ?"
"Iya lah siapa juga yg gak tau"
"Ane jadi penasaran kenapa bisa terjadi sampai seperti ini"
"Sama saya juga Rik"
"Kita keruang osis aja yu, siapa tau ada petunjuk !"
"Yaudah yu"
Kami berdua pun langsung beranjak dari kelas dan langsung menuju ruang osis. Di jalan kami bertemu dengan San San dan Kang Candra. Kami berempat langsung meneju ruang osis. Setelah memasuki ruang osis kami terdiam sesaat.
"Sssssttttttt...."gumamku
"Ada apa ?" tanya Erik dan San San bersamaan
"Diem dulu" jawabku
"Iya dengerin bentar jangan ribut" tambah Kang Candra
Tak lama kemudian terdengar suara yg aneh dari dalam ruang OR. Seperti suara orang sedang menggeser benda. "sssrrrreeeeekkkk" beberapa kali kami berempat mendengarnya dengan jelas.
"A...pa itu ?" tanya Erik
"Ssssstttt diem dulu" jawabku
Tak lama kemudian......."Brrrrraaaaaannnnnnnnggggggg" suara besi kerangkeng didalam ruang itu seperti dipukul dengan kerasnya.
"Siapa disitu ?" Teriak San San menantang
"Aduhhhhh nih anak" gerutu Kang Candra
Sesaat suasana menjadi hening mencekam, tapi ....... Hihihihihi hihihi hihhihi suara perempuan itu terdengar lagi, sontak bulu kuduk kami merinding seketika.
"Se...se...tan" Erik kaget bukan main, sampai dia tidak bisa beranjak dari tempat
"Keluar kamu kalau berani jangan cuma suara aja" bentakku dengan keras
"Riz udah" sela Erik ketakutan.
"Udah diem aja "mereka" gak mungkin nyakitin kita
terdengar suara langkah kaki tanpa ada seorang pun yg berjalan, terdengar jelas langkah itu menuju kami yg sedang diam. Kembali terdengar suara - suara gaduh di dalam ruang OR.
"Saya tidak takut sama kalian !" bentakku kembali
Hening pun terasa kembali, sesaat saya pikir "mereka" sudah tidak berani lagi mengganggu kami, tapi disinilah mulai petualangan kami.
Nampak jelas di hadapan saya terlihat seorang wanita berpakaian putih dengan wajah pucat pasi yg tertutup rambut panjang. Anehnya hanya saya dan Kang Candra saja yg melihat sosok itu.
"Ka...ng, itu lihat dipintu !" bisik saya agak kaget
"He'em aku tau Riz" dengan santainya Kang Candra menjawab
"Gak apa - apa kang ?"
"Apaan sih bisik - bisik ? Ada apa ?" Tanya San San heran
"Iya ada apa ?" Erik mulai berani
"Itu !" sambil aku menunjuk pintu ruang OR
"Apa ?" mereka berdua menjawab dengan kompak
"Itu dipintu !" jelasku
"Mana ? Gak ada apa - apa" Erik terheran - heran
"Ah sudahlah kalian gak bakal liat" timpal Kang Candra
Mendadak wanita itu mendekatiku dengan perlahan, dengan berjalan gontai wanita itu terus mendekatiku
"Kang gimana ini ?" Aku mulai takut
"Biarin dia mau apa, kita lihat !" jawab Kang Candra
Wanita itu berhenti tepat dihadapanku, wajahnya hanya berjarak sekitar 30cm dari wajahku. Aku memejamkan mata saking tidak mau melihatnya. Beberapa saat ketika saya membuka mata saya tidak melihat wujud makhluk itu lagi, lega rasanya. Tapi ternyata masih belum berkahir sampai situ, "dia" kembali dengan cepat, terbang menembus beton bangunan menerobos semua benda yg dia lewati, seperti hendak menerkam saya. Spontan saya berteriak kaget "Astagfirullah" dan saya pun jatuh terpelanting kebelakang berbarengan dengan dia menabrak diri saya. Saya pun bangun dibantu teman saya dan dipapah untuk duduk dikursi ruang osis itu.
"Kamu gak apa - apa ?" tanya Kang Candra
"Gak Kang, tadi Akang liat ?" tanyaku
"Ini sudah mulai berbahaya, kita harus segera membereskannya sebelum terjadi hal yg tidak diinginkan !" ujar Kang Candra
"Iya Kang, lebih cepat lebih baik" jawab Erik
"Ya udah sekarang kita beresin dulu buku dan tas kita dan kita berkumpul lagi dikantin !" perintah Kang Candra
Kami pun bergegas menuju kelas masing - masing, karena waktu itu sudah waktunya jam pulang sekolah kami pun langsung berkumpul dikantin seperti yg sudah dijanjikan. Tak lupa juga teman yg lain ikut berkumpul. Sekarang kita full personil dan kami siap bertempur haha.
Sebelumnya kami berempat sudah bercerita tentang kejadian barusan kepada teman kami yg lain.
"Kita mulai dari mana sekarang ?" tanya Teh Keu Keu
"Mulai dari awalnya aja Teh" Jawabku
"Iya sebab kita gak tau mulai darimana lagi" tambah Kang Candra
Yang lain hanya memperhatikan dan sesekali mengangguk.
"Rizka, Teteh tau kamu ada keturunan "orang pintar" dari keluarga kamu terdahulu" ungkap Teh Keu Keu
"Masa teh ?" tanyaku
"Iya bener, sini Teteh buka sedikit indra sensitif kamu, nanti juga kamu bakal lebih sensitif" ungkap Teh Keu Keu
"Iya boleh Teh" Aku setuju
"Tutup mata kamu dan santai" ujar Teh Keu Keu
Beberapa lafalan ayat suci Al-Quran dilantunkan oleh dia, dan terasa ada yg berbeda didalam diri saya, terasa sedikit hangat dan lebih enteng. Sesaat saya buka mata tidak ada yg aneh, tetapi badan bagian belakang saya seperti ada yg mengikuti.
"Nah udah beres, kamu bakal rasain nanti pas kita mulai" jelasnya
"Ya udah kalo gitu" saya pun mengiyakan penjelasan Teh Keu Keu
Kita pun mulai berkumpul diruang osis dan mulai menyelidiki hal - hal aneh yg terjadi belakangan ini. Suasana mulai mencekam dan tak ada siapa pun yg berani berbicara bahkan satu kata pun. Hening terpecah saat sesuatu terjadi. Galon yg tiba - tiba terbuka dan mengeluarkan air dengan sendirinya, sontak kami terkejut dengan kejadian itu.
"Kita mulai sekarang" kata Teh Keu Keu
"Mana teh ?" tanya Erik heran
"Ah aku takut ?!" sembari gemetar Teh Lastri berbicara
"Teh ini dibelakang saya ?" Tanyaku sambil terasa sesuatu dibelakang saya
"Jangan takut, kalo kamu berani lihat kebelakang !" jawab Teh Keu Keu
Aku pun memberanikan diri untuk menoleh dan ternyata.......
Makhluk itu kembali menampakan dirinya tepat didepan wajah saya, sontak saya kaget dan langsung terdorong dan jatuh terlentang.
"Kkkkkiiiiiiaaaaaaaaaa !!!!!!!!" Teh Lastri menjerit kaget
"Astagfirullah, ya allah ya rabbi !!" San San kaget bukan kepalang
Begitu juga dengan teman yg lain langsung berkerumun dan tidak ada yg berani melihat kearah ku saat itu, hanya saya yg berani menatap wajahnya yg tak jelas karena tertutup rambut usang makhluk itu. Sesaat saya berpikir mereka melihat makhluk ini, apa mungkin dia mulai ingin bercerita kenapa "dia" berani mewujudkan dirinya langsung kepada banyak orang seperti ini, sebelumnya hanya pada saya, dan Kang Candra. Saat itu lah saya merasa tidak bisa bergerak, dan semua badan terasa kaku, berat sekali rasanya ingin berbicara satu patah kata juga.
Kang Candra langsung menghampiri dan mengusap wajah saya sambil membaca surat Al-Fatihah, saat itu lah saya bisa kembali bergerak. Makhluk itu sudah tidak disitu entah pergi kemana, menghilang begitu saja.
Tak lama "dia" muncul lagi dibalik meja administrasi dengan hanya memperlihatkan bagian kepala saja. Betapa kagetnya Sansan waktu itu sampai dia gemetar dan tidak mau berkata apapun, begitu pun yg lainnya.
Terlihat "dia" melihat kepada Teh Dewi Jangkung, dan benar saja "wuuuussssshhhhhhh" dia terbang dan masuk kedalam tubuh Teh Dewi Jangkung. Langsung saja Teh Dewi Jangkung tidak sadarkan diri dan tubuhnya dikendalikan oleh makhluk tersebut.
"Wi....Dewi....???" tanya Teh Lastri sambil menggoyangkan bahu Teh Dewi Jangkung
Mata Teh Dewi Jangkung langsung terbuka seketika dan melihat ke arah kita semua dengan sangat marah. Tapi tak sepatah katapun terucap dari makhluk itu, hanya menatap dengan sorot mata yg tajam.
"Siapa ini ?" tanya Kang Candra membuyarkan semua keheningan
".........." makhluk itu hanya diam
"Siapa ini, mau apa kamu ganggu kami, sampai berani masuk kedalam tubuh teman kami ?" Bentak Teh Keu Keu
".......heeemmm......" suara geraman halus mulai terdengar
"Jawab ! kalo kamu sopan kita juga bakal sopan" tambah Kang Candra
Aku pun langsung menghampiri Teh Dewi Jangkung.
"Ini siapa ? Sok jawab kamu mau apa kenapa sampai mengganggu kami seperti ini ?" tanyaku
"Hihihihi, Hihihihi" makhluk ini mulai cekikikan, tak tau apa yg dia tertawakan tapi yg jelas tidak ada hal lucu waktu itu
"Aku pengen dipanggil neng !" nada manja mulai terdengar dari makhluk itu
"Oh neng, neng kenapa masuk ke badan temen kita ?" tanyaku
"Aku suka anak ini, hihihi" jawabnya
"Eh gak boleh atuh" tegasku
"Kenapa ! Kalo aku mau ya terserah aku !" bentak makhluk itu
"Apa tujuan kamu merasuki temen kami ?" tanya Kang Candra
"Kalian !" jawabnya keras
"Kami ? Kami melakukan apa sama kamu neng ?" tanya Erik yg mulai bersuara
"Kalian berisik !" jawabnya tegas
"Cuma itu ? Sampai kamu tega mengganggu kita ?" tanya Teh Keu Keu
"Iya ! Kalian berisik ganggu neng lagi tidur !" bentaknya
"Kalo kamu ngerasa keganggu kami minta maaf, tapi jangan ganggu kami lagi" perintah Teh Lastri
"Kalo aku gak mau !" bentaknya lagi
"Kamu harus mau ! Karena kamu udah ganggu alam kita !" Jawabku
"Ini rumah neng terserah neng !!!" dia mulai berontak melawan
"Rizka kesini sebentar !" Teh Keu Keu memanggil
"Iya teh" jawabku
Kami pun berbincang sejenak, sambil mengatur cara agar makhluk tersebut mau keluar dan tidak mengganggu kami lagi.
"Kamu coba kemampuan kamu sekarang !" suruh Teh Keu Keu
"Kemampuan ?" aku heran
"Pegang pundaknya dan pejamkan mata, dan liat apa yg terjadi !" suruh Teh Keu Keu kembali
"Ok kalo gitu" aku mengiyakan perintahnya
Kami pun kembali masuk kedalam ruangan dan saya mecoba apa yg tadi di perintahkan Teh Keu Keu. Saya pegang pundak Teh Dewi Jangkung, dan .......
Wusssshhhhh penglihatan saya menjadi blank, semua hitam gelap, tapi setelah beberapa saat saya melihat ada wanita sedang tergeletak dikebun bambu dengan seragam SMA yg berlumuran darah. Entah siapa dia saya tidak tahu dan tempatnya saya juga tidak tau dimana, tapi saya jelas sekali melihat jalan setapak dan dari kejauhan terlihat 2 orang laki-laki lari terbirit-birit seperti dikejar anjing.
Saya hampiri wanita itu dan ternyata sudah tidak bernyawa, terlihat bekas gorokan dileher dan bekas lebam di tangan, kepala, dan punggungnya. Baju seragam yg dia kenakan juga sudah kotor dengan darah bercampur tanah, saya liat tidak ada barang yg hilang, tasnya ada beberapa meter dari tubuh wanita ini.
Setelah itu saya seperti ada yg memanggil di ujung jalan setapak itu, ternyata suara teman-teman saya yg memanggil. Saya pun berlari menuju suara itu, dan saya tersadar kembali.
Setelah saya sadar, saya lihat Teh Dewi Jangkung sudah sadar dan sedang menenangkan dirinya bersama Teh Lastri dikantin.
"Kamu kenapa Riz ?" tanya Sansan dan Erik dengan wajah cemas
Saya hanya menggelengkan kepala, karena seluruh badan saya lemas.
"Apa yg kamu liat tadi Riz ?" tanya Kang Candra
"Hei udah nanti aja nanya nya, gak kasian apa sama si Rizka ?" bentak Teh Keu Keu
"Gak apa-apa teh" saya menjawab dengan nada lemas
"Nih minum dulu kalo gitu" Kang Candra menyodorkan gelas berisi air putih padaku
Aku menceritakan semua yg aku lihat tadi pada semua temanku saat itu juga. Yang jadi pertanyaan bagi kami "Siapa dia ?" "Kenapa dia dibunuh ?" "Apa hubungan 2 orang itu dengan wanita ini ?".
Dan apa mungkin si makhluk ini adalah jin yg menyerupai wanita itu ? Atau dia jin Khorin yg ingin memberitahu sesuatu ? Entah lah misteri ini masih jadi tanda tanya besar bagi kami. Mungkin jika kami terus melakukan menyelidikan akan ada hasil yg membuat semua jelas.
Sampai sini dulu ya untuk "Perkenalan Bagian 2" ini, di bagian ke-3 nanti dijamin kalian akan tambah penasaran untuk menunggu bagaimana akhirnya cerita ini.
So...keep wait for Part 3 :)
Terima kasih sudah membaca, nantikan bagian ke-3 dua hari lagi :)
See you tomorrow XD
#SalamMistis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar