Jumat, 06 Mei 2016

Perkenalan Bagian 3

Hai kawan - kawan pecinta cerita hantu :)
Balik lagi nih di blog saya :D
Kemarin saya udah post "Perkenalan Bagian 2". Nah sekarang kita lanjut aja ya di bagian ke-3nya yg udah kalian tunggu - tunggu. Ada beberapa orang baru yg akan aku perkenalkan disini, mereka berperan penting dalam menyelesaikan misteri ini. Jadi tunggu apa lagi ?
Langsung aja kita mulai :)
Selamat membaca :)


Setelah kemarin saya dan teman yg lain mengetahui sedikit misteri dari siapa wanita itu, saya mulai penyelidikan. Kebetulan waktu itu saya sedang libur semester dan memiliki banyak waktu untuk menyelidikinya bersama teman yg lain. Nah saat itu saya dan Teh Lastri menuju ke rumah Kang Candra ingin membicarakan apa yg telah saya lihat kemaren.
Kebetulan sekali disana sudah ada Teh Keu Keu yg sedang berkunjung juga, mungkin mereka sedang membicarakan masalah yg sama. Langsung saya masuk setelah pamit kepada ibu Kang Candra.
"Assalamualaikum, Kang ?"
"Wa'alaikum salam, masuk aja Riz"
"Eh ada Teh Keu Keu juga" sapaku
"Eh Rizka, silahkan duduk" jawab Teh Keu Keu
"Gini Teh, Kang, saya langsung aja ya biar cepet"
"Iya pasti mau ngomongin yg kemaren itu ya ?"
"Iya Teh, masih penasaran, dan pengen "dia" gak ganggu kita lagi"
"Kamu ini ngeyel ya Rizka" ujar Teh Lastri dengan nada keras
"Abis Teteh mau di gangguin mulu ?"
"Ya....gak sih"
"Nah ya udah kalo gitu"
Kami pun mengobrol agak lama dan tidak terasa sudah mulai masuk waktu maghrib. Saya dan Kang Candra pun bergegas menuju mushola dekat rumahnya untuk menunaikan ibadah sholat maghrib. Setelah selesai saya dan kang candra langsung kembali menuju rumahnya, tapi kami tidak menemui teh lastri dan teh keu keu. Tak lama mereka datang, ternyata mereka dari warung dan membawa beberapa makanan.
"Kang besok, kita ke sekolah aja yu biar beresin masalahnya ?"
"Aku setuju !" kata teh keu keu dengan semangatnya
"Sabar dulu, kalo kita gak tau tujuan kita kesana juga percuma kan ?" kata kang candra
"Gini aja kita kumplin anak - anak semuanya biar kita gak terlalu susah nantinya gimana ?" saranku
"Boleh tuh kalo rame aku jadi gak takut, hehehehe" ungkap teh lastri
"Ya udah kita kumpulin anak - anak besok di sekolah" setuju kang candra
Keesokan harinya kami seluruh anggota osis berkumpul, ada beberapa orang yg tidak bisa datang, tapi orang - orang yg penting seluruhnya datang.
Sansan, erik, kang candra, teh lastri, teh keukeu, saya, dan ada beberapa orang lainnya.
"Ada apa teh kok kita disuruh kumpul mendadak kaya gini ?" tanya yayu
Yayu adalah salah satu calon ketua osis dari SMA, dan dia sangatlah bijaksana, tapi dibalik itu dia orangnya sangat suka bercanda dan mudah tertawa.
"Ini ada hal yg mau diceritakan" ungkap teh lastri
"Iya kok gak biasanya kita disuruh kumpul mendadak kaya gini" tambah putrin
Putrin adalah salah seorang anak SMA yg agak pemalu, dia seorang penari tradisional ( jaipong ) akan tetapi dia memiliki kelemahan yg sangat sangat fatal ketika dia bersinggungan dengan makhluk astral
"Ya udah kita kumpul dulu di kelas X TKR 1 aja" ajak kang candra
Kami semua pun langsung masuk kedalam ruang kelas yg waktu itu adalah ruang kelas saya. Tak lama saya dan kang candra langsung menceritakan apa yg terjadi pada seluruh anggota osis. Ada yg percaya dan ada yg tidak, bahkan sebagian meremehkan ucapan saya dan kang candra.
"Ah masa iya ?" tanya beberapa orang yg tidak percaya.
"Ya sudah kalo emang tidak percaya, tapi jangan salahkan kita kalo kalian ada apa - apa !" tegas kang candra
Tak lama suasana mulai terasa berbeda, saya merasakan ada hal yg mulai datang, entah itu apa tapi saya rasa ini tidak beres. Ternyata benar saja apa yg saya rasakan terjadi saat itu juga. Putrin langsung terdiam sepertinya dia telah dirasuki oleh wanita yg waktu itu masuk ke teh dewi jangkung, wajahnya terlihat tersenyum simpul tanpa ada ekspresi senang, seketika dia berteriak dengan kerasnya
"DIAM KALIAN JANGAN GANGGU SAYA DISINI"
Sontak seluruh orang yg ada langsung kaget dan menjauh dari putrin. Saya langsung menghampiri putrin dan langsung bertanya padanya.
"Kenapa kamu tiba - tiba masuk ke anak ini ?"
"Hihihihi, katanya gak percaya sama saya ?" ungkap wanita itu
"Terus mau kamu apa ?"
"Pengen kalian percaya, terutama orang itu !!!" dia menunjuk salah seorang anak yg waktu itu adalah anak baru
"Kenapa aku ?" sambil ketakutan anak itu bertanya
"Karena kamu gak percaya "KAMI" !" dia mulai membentak
"Sudah kamu pengen kita bantu apa, pasti kamu ada maksud tertentu, tidak mungkin kamu muncul tiba - tiba seperti ini ?" tanya kang candra
Wanita ini mulai terlihat sedih dan menundukan kepalanya sembari memainkan jarinya.
"Aku minta bantuan kalian" dengan sedih "dia" berbicara
"Bantuan apa ?" tanyaku
"Heeuuuu Heeeeuuuu" makhluk ini mulai menangis
"Jangan nangis, sok apa yg bisa kita bantu ?" ujar teh keu keu
"Dia" menunjuk ruang osis dan menuntun kami menuju ruang OR. Dia menarik tanganku dengan kencang sambil menyeret saya meunuju ruang OR. Sampailah kami diruang OR tapi sayangnya kami tidak memegang kunci ruang itu. "Dia" terus meminta untuk masuk dan memaksa kami untuk mecari kuncinya. Karena waktu itu tidak ada staff di sekolah jadi kami tidak bisa masuk keruang itu dan kembali menuju ruang kelas saya.
Wanita ini duduk dengan perasaan sedih dan tidak mau berbicara, hanya terlihat tetesan air mata mengucur di pipi putrin. Saya pun kasihan dan berbicara lagi pada "dia".
"Kamu keluar dulu ya, kasian anak ini pasti cape" ujarku
"Gak mau, aku suka disini" jawabnya
"Eh gak boleh gitu, keluar ya" pintaku
Makhluk ini mulai luluh dan mau keluar dari tubuh putrin. Dengan bantuan kang candra "dia" dikeluarkan dari tubuh putrin. Setelah selesai putrin terlihat lemas dan kebingungan, dia bertanya pada kita semua apa yg terjadi dan kami menjelaskan apa yg telah terjadi.
Nampak putrin heran dan agak pucat wajahnya, kami pun langsung berinisiatif untuk mengantarnya pulang lebih dulu karena kondisi fisiknya yg lemah. Setelah selesai mengantarkan putrin kami membicarakan apa yg bisa kita bantu untuk makhluk ini.
Terlintas dipikiran saya untuk "flashback" ke masa dia hidup, seperti pada saat waktu itu diruang osis. Saya meminta persetujuan teman - teman semua untuk melakukannya. Mereka setuju karena mereka tidak mau terus dihantui oleh makhluk ini.
Langsung saja saya melakukan "flashback" dan mulai saya memasuki alam bawah sadar saya. Nampak jelas tempat itu terlihat kembali, tetapi sepertinya ini sebelum kejadian wanita itu dibunuh. Benar saja saya melihat wanita itu hendak pergi sekolah, oh ternyata ini paginya sebelum wanita itu dibunuh. Saya coba ikuti wanita itu, ternyata dia bersekolah disalah satu sekola favorit waktu itu. Saya akui wanita itu memang cantik dan pintar, bahkan para temannya selalu meminta bantuannya dalam pelajaran. Setelah selesai melihat dia disekolah saya langsung menuju tempat dimana dia di hadang oleh 2 orang lelaki tidak dikenal itu.
Ternyata 2 orang lelaki itu sebelumnya mabuk dan terlihat mereka mengobrol tentang wanita itu. Sepertinya mereka tau wanita itu dan kenal baik dengannya. Setelah beberapa saat wanita itu turun dari angkutan umum dan berjalan menuju rumahnya, sepertinya dia sudah biasa melewati jalan ini. Namun berbeda, kali ini sudah ada 2 orang yg menunggunya di balik rimbunnya pohon bambu.
Benar saja dia di sergap dan dibawa ke belakang rimbunnya pohon bambu. Disitulah dia lakukan tidak senonoh dan dibunuh dengan keji.
Setelah saya melihatnya sudah jelas dia meminta bantuan kami untuk mengungkap siapa pembunuhnya ini, karena dia tidak pernah tau siapa 2 orang tersebut. Saya langsung kembali sadar setelah agak lama melihat kejadian masa lampau itu. Saya jelaskan pada kang candra dan teh keu keu apa yg saya lihat dan mereka juga paham apa yg diinginkan wanita itu.
Hari sudah sore dan kami meminta untuk pulang karena sudah tidak ada lagi yg akan kami diskusikan hari itu, kami pun pulang ke rumah masing - masing. Namun ketika didepan sekolah yayu tiba - tiba berlari kembali menuju sekolah, saya pikir ada yg tertinggal, tapi ternyata dia merasakan energi yg amat sangat kuat menarik tubuhnya dan membuat dia merasa ingin kembali ke sekolah. Saya pun langsung menarik dia dan mamanggil namanya.
"Yayu, yayu, hei kamu kenapa ?"
"Aku pengen balik ke sekolah !"
"Ada apa yayu, sudah biarin aja jgn dihiraukan"
"Gak aku pengen kesana, dia nunggu aku"
"Istigfar yayu !"
Tak lama dia tersadar dan bertanya apa yg terjadi, saya jelaskan dan dia tidak merasa ingin ke sekolah, malah dia tidak ingat dia ngobrol dengan saya. Saya langsung mengajaknya untuk pulang dan menenangkan pikirannya
Esoknya saya kembali datang ke rumah kang candra, namun dia sedang tidak dirumah, kata ibunya dia sedang berada dirumah kakeknya, karena saya tidak tahu maka saya menghubungi teh lastri dan yg lainnya. Setelah mereka menjawab panggilanku mereka langsung berkumpul dirumah kang candra, tak lama juga kang candra pulang dengan membawa bungkusan hitam berisi bunga.
"Kang buat apa itu ?" tanyaku
"Ini Riz buat dirumah" jawab kang candra
"Emang kenapa di rumah ?"
"Buat nyekar sebenernya, hehehe"
"Ya elah kirain buat apa"
Seketika waktu itu juga teh dewi jangkung mengalami kerasukan kembali, entah siapa yg masuk tetapi dia menyamar menjadi "neng" wanita yg sedang kami selidiki misterinya. Dan dia meminta pada kami untuk memberinya bunga sedap malam dan bunga kertas merah. Kami sebetulnya tidak mau menuruti permintaan makhluk ini, karen musrik jiga kami ikuti permintaan dia, tapi dia mengancam untuk membawa teh dewi jangkung jika tidak memberikan apa yg dia inginkan. Terpaksa kami turuti kemauan makhluk rese ini. Kami langsung bergegas pergi kepasar untuk membeli barang yg "dia" minta, tapi sudah kami cari diseluruh pasar tidak kami temui apa yg kami cari itu padahal sangatlah mudah untuk menemukan bunga - bunga tersebut dipasaran. Kami pun tidak habis akal kami langsung bergegas pergi keruma kakek kang candra, siapa tau disana ada bunga itu.
Tapi sesampainya disana dan memberitahukan apa yg terjadi, kakek kang candra memberitahukan yg sebenarnya.
"Itu sebenarnya bukan yg dia maksud" kata kakek
"Terus apa dong kek ?" tanya kang candra
"Sebenarnya itu adalah teka teki"
"Teka Teki ?"
"Sebenarnya dia meminta bunga sedap malam bukan bunganya, tapi "perawan", dan bunga kertas merah artinya "darah" !"
"Terus gimana ini kek ?" tanyaku kebingungan
"Jangan dituruti, itu bukan wanita yg kalian pikirkan, itu makhluk lain yg sedang memanfaatkan keadaan" jelas kakek
"Jadi gak apa - apa ini kek kalo gak diturutin ?" tanya sansan
"Iya gak apa - apa, kakek bakal bantu dari sini" jelas kakek menenangkan
"Ya sudah kalo begitu kek, kami pamit pulang dulu"
"Iya sok, hati - hati dijalan"
"Kami pamit kek, assalamualaiku"
"Wa'alaikum salam"
Kami pun langsung kembali kerumah kang candra untuk beristirahat setelah cape bolak balik mencari bunga tersebut. Di dalam rumah kang candra, aku tidak sengaja meilhat sekelebatan kain merah mondar mandir dari dapur ke kamar mandi. Aku langsung bertanya ke kang candra.
"Kang itu siapa ?"
"Apa ? Kamu liat Riz ?" kang candra heran
"Iya itu baju merah bolak balik terus dari tadi"
"Itu sebenarnya penghuni kebun belakang, tapi dia suka disini, dia gak bakal ganggu kok"
"Oh gitu, saya cuma tanya aja kang, kirain akang gak tau, hehehe"
Kami pun bercanda tawa seperti tidak ada masalah yg sedang kami pecahkan, tak lama pembicaraan kami terhenti karena sesuatu kembali terjadi pada teh dewi jangkung. Sepertinya makhluk tadi yg kembali masuk dalam tubuh teh dewi jangkung.
"Mana kembang yg aku minta ?" tanya "dia"
"Gak ada, aku tau kamu bukan neng, kamu makhluk lain"
"Hahahahahahahahahaha" dia tertawa dengan senangnya
"Kalian sudah tau ternyata" ungkapnya
"Cepat keluar dari tubuh anak ini" ujar kang candra dengan nada keras
"Tidak sebelum kalian memberikan apa yg aku minta"
"Kamu tidak berhak untuk meminta, siapa kamu !" tegasku
"Kamu menantangku ?" terlihat makhluk ini mulai beringas
"Saya tidak takut dengan kamu, saya punya allah !"
"Apa itu ? Saya tidak mengenal dia !!!" sepertinya makhluk ini kafir dan ingin menyesatkan kami
"Keluar kamu, jangan ganggu anak ini" kang candra mulai terlihat kesal
Tak lama makhluk ini terlihat aneh dan kami tidak tau apa yg terjadi dengan makhluk ini yg kami lihat makhluk ini kesakitan dan berkata "panas" terus menerus. Beberapa saat kemudian teh dewi jangkung langsung tergolek lemas, sepertinya dia sudah sadar. Kang candra langsung meberinya air putih dan mengipasinya.
"Kang tadi kok makhluknya bilang panas ?" aku bertanya heran
"Itu udah diurus sama si kakek tadi" jawab kang candra tenang
"Oh pantas saja"
Saya lihat waktu sudah menunjukan pukul 19.00, sudah waktunya kami pulang dan esoknya kami harus kembali menyelesaikan misteri si "Neng" ini.
Tanpa sepengetahuan saya dan teman yg lainnya kang candra pergi kerumah kakeknya untuk meminta bantuan menyelesaikan masalah ini. Saya tau hal ini langsung setelah besoknya setelah dia datang ke rumah kakeknya dia menceritakannya padaku. Kang candra menceritakan waktu dia dirumah kakeknya, dia berkata bahwa si "neng" ini ditarik dan dimasukan kedalam tubuh kakeknya untuk berkomunikasi langsung. Saya terkejut karena dari cerita kang candra apa yg saya lihat sama percis dengan apa yg diceritakan oleh "neng" kepada kang candra melalui kakek.
"Dia" meminta bantuan untuk mendo'akan dia agar bisa sempurna dan kembali kealamnya, karena 2 orang lelaki itu juga sudah meninggal tak lama setelah membunuhnya akibat over dosis atau keracunan miras. Dan sekolah saya dahulunya adalah kebun bambu dimana dia dibunuh, dan lokasi tepatnya dia dibunuh adalah diruang OR.
Masuk akal saya pikir, tapi bagaimana kita menyelesaikan misteri ini ? Apa dengan mendo'akan si "neng" semuanya beres ? Layak untuk dicoba pikir saya. Saya dan teman yg lainnya berdiskusi bagaimana jika kita mengadakan do'a bersama untuk "neng", dan mereka setuju untuk melakukannya.


Sekian dulu untuk "Bagian 3" ini karena sepertinya postingnya terlalu panjang XD
Nantikan cerita akhirnya di Perkenalan Bagian 4 lusa ya :)
Oh iya maaf saya telat posting, karena ada sesuatu yg mungkin nanti akan saya angkat ke blog ini untuk cerita berikutnya :)
Terima kasih sudah membaca, dan tetap tunggu cerita lainnya ya :)
See you tomorrow :)
 #SalamMistis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar